Ternyata Hipertensi Bisa Picu Penderitanya Depresi

Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi tidak hanya menimbulkan kerusakan pada organ vital tubuh. Bisa juga pengaruhi kondisi psikis penderitany

Ternyata Hipertensi Bisa Picu Penderitanya Depresi
Kompas Lifestyle
Ilustrasi Tensi. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi tidak hanya menimbulkan kerusakan pada organ vital tubuh. Bisa juga pengaruhi kondisi psikis penderitanya. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia "Bulan Tekanan Darah atau May Measurement Month" 2017-2018, dr Bambang Widyantoro, Sp.JP, PhD.

Menurutnya, depresi bisa terjadi jika tekanan darah tersebut naik dan berlangsung lama.

"Selain menjadi penyulut fisik, hipertensi juga sangat mempengaruhi kondisi psikologis, karena ketika tekanan darah itu tinggi, terutama dalam jangka waktu yang panjang," ujar Bambang, saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018).

Ia pun menjelaskan hubungan sebab akibat tersebut sudah dibuktikan melalui hasil studi. Tidak hanya depresi, hipertensi juga bisa meningkatkan gangguan kecemasan seseorang atau biasa disebut anxietas.

Kendati demikian ia membantah anggapan yang menyebut bahwa orang yang temperamen atau mudah marah, memiliki penyakit hipertensi.

"Ada studi di luar yang sudah menunjukkan bahwa itu berkorelasi dengan tingkat depresi, anxietas, tapi memang tidak seperti istilahnya 'kalau sering marah pasti hipertensi', tidak," jelas Bambang.

Bambang kemudian kembali menegaskan, hasil studi hanya menunjukkan hipertensi berhubungan dengan penyebab depresi dan anxietas.

Sehingga itu menandakan sifat 'mudah marah' tidak selalu dimiliki oleh penderita hipertensi.

"Yang ada studinya adalah mereka yang memiliki tekanan darah tinggi itu berhubungan dengan meningkatnya kejadian depresi dan anxietas, anxietas itu gangguan cemas," kata Bambang.

Halaman
12
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved