Seorang Pria Tewas Usai Terjatuh dari Parkiran Mal Mangga Dua Square

Kapolsek Pademangan Kompol Sri Suhartatik menerangkan, insiden jatuhnya Serpi diketahui terjadi sekitar pukul 12.15 WIB

Seorang Pria Tewas Usai Terjatuh dari Parkiran Mal Mangga Dua Square
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
TKP jatuhnya Serpi (35), di Ram 7 parkiran basement Mal Mangga Dua Square, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (8/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Seorang pria bernama Serpi Ernam (31) tewas Rabu (8/8/2018) siang. Warga Tanjung Priok itu ditemukan tergeletak di Ram 7 parkiran basement Mal Mangga Dua Square, Pademangan, Jakarta Utara.

Kapolsek Pademangan Kompol Sri Suhartatik menerangkan, insiden jatuhnya Serpi diketahui terjadi sekitar pukul 12.15 WIB.

Serpi diduga tewas usai jatuh dari parkiran lantai 1 pusat perbelanjaan tersebut. Hal itu berdasarkan hasil olah TKP pihak kepolisian, yang menemukan satu buah sandal milik korban tergeletak di parkiran lantai 1 Mal Mangga Dua Square.

"Dari hasil olah TKP didapati satu sandal milik korban berada di parkiran P1. Diduga korban melompat dari lantai P1," kata Sri dalam keterangannya.

Eko (35), seorang pekerja bangunan yang berada di lokasi saat insiden terjadi mengatakan, dirinya tidak melihat secara jelas saat korban jatuh.

Tidak Ada Pengamanan Khusus di Ancol saat Asian Games Berlangsung

Yang jelas, Eko mengaku sempat mendengar bunyi yang cukup keras pada saat insiden terjadi.

Saat mendengar bunyi cukup keras itu, Eko menduga bahwa itu adalah bunyi dari truk yang lewat.

"Kalau kejadiannya nggak ngeliat pas udah rame aja saya. Kedengeran kencang tadi, cuman saya nggak ngeh kalau itu orang jatuh, saya kira itu truk gitu kan biasanya suka gubrak-gubrak gitu," kata Eko kepada TribunJakarta.com di lokasi, Rabu sore.

Menurut Eko, jalanan yang mengarah ke parkir basement semoat ditutup sejenak saat jasad Serpim masih tergeletak di lokasi.

"Satu jam lah baru ada polisi terus ada ambulan juga. Tadi cuman ditutup jalan aja pas lagi ada mayat di situ," kata Eko.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help