Home »

Sport

Asian Games 2018

Siman Sudartawa Bandingkan Pendapatan Atlet Indonesia dengan Negara Tetangga

Perenang Indonesia, I Gede Siman Sudartawa menilai bahwa perhatian pemerintah kepada atlet Indonesia semakin membaik.

Siman Sudartawa Bandingkan Pendapatan Atlet Indonesia dengan Negara Tetangga
Tribunnews/Abdul Majid
Perenang andalan Indonesia, I Gede Siman Sudartawa saat ditemui seusai latihan di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (8/8/2018). Tribunnews/Abdul Majid 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA – Perenang Indonesia, I Gede Siman Sudartawa menilai bahwa perhatian pemerintah kepada atlet Indonesia semakin membaik.

Namun, menurut Siman, satu hal yang masih menjadi sorotan yakni mengenai honor yang merupakan pemasukan utama bagi atlet Indonesia yang dinilainya masih sangat jauh jika dibanding dengan negara tetangga.

“Dukungannya sebenarnya sudah oke, dari yang pertama kali aku masuk pelatnas 2010, sudah banyak perubahan sih, tapi di sisi lain masih kurang jika dibandingkan dengan negara tetangga, terutama dari segi finansial,” ungkap Siman.  

“Uang saku memang naik, kan aku bilang perubahannya sudah ada tapi kalau dibanding dengan negara tetangga itu masih kurang sih. Kalau malaysia kita masih mirip-mirip tapi kalau dibanding singapura itu beda jauh banget,” sambungnya.

JPU  Hadirkan Saksi di Sidang Dugaan Korupsi Dapen  Pertamina

Ternyata Ini Arti Mimpi Selingkuh atau Diselingkuhi Oleh Pasangan

Seperti diketahui, Atlet Indonesia yang akan bertanding di Asian Games 2018 mendapat uang saku lumayan. Masing-masing atlet dibekali satu juta rupitah per hari.

Jumlah tersebut berdasarkan pada Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani Menteri Keuangan, Sri Mulyani, pada 26 Juli 2018. Setiap atlet mendapatkan uang saku tersebut mulai dua atau satu hari sebelum bertanding.

Menurut perenang asal Bali itu, Honor bagi atlet akan menjadi tolok ukur. Bahkan ia pun sempat berkelakar kalau misalnya honor tak mencukupi buat apa bercita-cita sebagai atlet.

“Iya karena kita juga mikir kan, kalau mislanya gajinya tidak mencukupi kan buat apa kita jadi atlet, atlet itu kan ada masanya kalau masanya sudah habis yasudah. Kalau masa kita habis bisa diperhatikan lagi,” kata Siman.

Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help