Sopir Bus Malam Pemakai Ganja di Depok: Kalau Enggak Makai Mungkin Saya Bisa Bunuh Istri Saya

Kepada polisi, MY mengaku mengkonsumsi ganja sebagai obat penenang untuk meredakan emosinya.

Sopir Bus Malam Pemakai Ganja di Depok: Kalau Enggak Makai Mungkin Saya Bisa Bunuh Istri Saya
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
MY (67) saat berada di Mapolresta Depok, Pancoran Mas, Depok, Rabu (8/8/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - MY (67) yang merupakan sopir bus malam di Depok harus berurusan dengan polisi lantaran mengkonsumsi ganja.

Ia ditangkap pada Kamis (2/8/2018) oleh Sat Resnarkoba Depok saat mengantongi ganja seberat 1,89 gram.

Kepada polisi, MY mengaku mengkonsumsi ganja sebagai obat penenang untuk meredakan emosinya.

"Buat obat penenang. Saya makai ganja sudah lama, sebelum ada undang-undang. Tapi terakhir makai pas bulan Ramadan lalu. Biasa makai sebelum narik bus. Di kamar mandi, setengah batang, setengah batang," kata MY di Mapolresta Depok, Rabu (8/8/2018).

Menurutnya, tanpa pengaruh ganja ia tidak dapat menahan emosinya dan dapat membunuh istrinya.

Alasan ia memendam marah kepada istrinya karena pernah mendapati istrinya berzinah beberapa waktu lalu.

"Kalau saya enggak makai ganja mungkin saya bisa bunuh istri saya. Dia ketahuan berzinah pas saya baru pulang ke rumah," dalihnya.

Digadang Jadi Cawapres, UAS: Jika Diberikan Perkara Bukan Pada Ahlinya, Tunggulah Kehancuran

Perihal cara mendapat ganja, MY hanya menyebut ganja yang dikonsumsinya didapat dari kenalannya di Terminal.

Di toilet Terminal pula ia mengkonsumsi ganja sebelum atau sesudah mengantarkan penumpang ke tujuan.

"Makainya di toilet Terminal atau rumah makan pas lagi istirahat. Kadang setengah batang sebelum narik. Kalau lagi ke luar kota seperti ke Lombok kadang saya pakai satu batang," lanjut MY.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help