13 Pengendar Sabu dan Dua Pemakai Ganja di Depok Diringkus Selama 2 Minggu

Jumlah ini merupakan akumulasi tersangka yang ditangkap polisi sejak Selasa (31/8/2018) hingga Rabu (8/8/2018).

13 Pengendar Sabu dan Dua Pemakai Ganja di Depok Diringkus Selama 2 Minggu
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Wakasat Narkoba Polresta Depok AKP Darminto saat memberi keterangan pers di Mapolresta Depok, Rabu (8/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Satuan Resnarkoba dan Unit Narkoba jajaran Polresta Depok mengamankan belasan pengedar belasan pengedar sabu dan dua pemakai ganja.

Jumlah ini merupakan akumulasi tersangka yang ditangkap polisi sejak Selasa (31/8/2018) hingga Rabu (8/8/2018).

"Dari tanggal 31 Juli sampai delapan Agustus jajaran Polresta Depok telah mengungkap sebanyak 15 kasus. 13 tersangka ditangkap karena menjadi pengedar sabu, dan yang dua tersangka itu pemakai ganja," kata Wakasat Narkoba Polresta Depok AKP Darminto di Mapolresta Depok, Rabu (8/8/2018).

SS yang diringkus Polsek Sawangan pada Kamis (2/8/2018) merupakan bandar dengan kepemilikan narkoba terbanyak.

Yakni sabu seberat 8,20 gram dan ganja seberat 3,05 gram disusul AR yang diringkus Sat Resnarkoba Polresta Depok karena memiliki sabu seberat 5,33 gram.

Sementara 10 pengedar sabu lainnya, yakni BK, AD, JN, AT, RS, MA, FZ, BO, EI dan KK kedapatan memiliki sabu di kisaran berat 0 hingga 1 gram.

"Rata-rata sudah satu bulan sampai dua bulan jadi pengedar. Tapi mereka ini bukan sindikat, hanya didapat dari teman. Mereka ditelpon dari LP lalu diarahkan ke satu tempat. Kebanyakan mereka tertangkap saat sedang bertransaksi," ujarnya.

Dari seluruh tersangka, MY (67) merupakan tersangka tertua yang ditangkap karena memakai ganja.

Sopir bus malam itu berdalih memaki ganja sebagai obat penenang amarahnya setelah melihat istrinya berselingkuh.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help