Divonis Lebih Berat, Terdakwa Pelecehan Seksual dan JPU Pilih Pikir-pikir

Atas putusan itu, Ilham memilih untuk pikir-pikir terlebih dulu sebelum menetapkan langkah yang diambilnya

Divonis Lebih Berat, Terdakwa Pelecehan Seksual dan JPU Pilih Pikir-pikir
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Sidang terdakwa kasus pelecehan seksual Ilham Sinna Tanjung di Pengadilan Negeri Depok, Sukmajaya, Depok, Kamis (2/8/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Terdakwa kasus pelecehan seksual Ilham Sinna Tanjung Pinang (30) divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok hukuman satu tahun penjara.

Putusan tersebut lebih berat dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putri Dwi Astrini yang menuntut hukuman empat bulan penjara.

Atas putusan itu, Ilham memilih untuk pikir-pikir terlebih dulu sebelum menetapkan langkah yang diambilnya.

"Saya pilih pikir-pikir," kata Ilham kepada majelis hakim usai berkonsultasi dengan pengacaranya di Sukmajaya, Depok, Kamis (9/8/2018).

Meski hukuman yang diberikan lebih tinggi dan pasal yang dikenakan tetap 281 ayat 1 KUHP tentang Kesusilaan, Putri justru menjawab pikir-pikir saat ditanya majelis hakim.

Ketua majelis hakim PN Depok Rizki Nazario Mubarak menyebut hal yang memberatkan terdakwa adalah perbuatannya yang telah melecehkan RA hingga meresahkan masyarakat.

Sedangkan yang meringankan terdakwa adalah ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan berperilaku sopan dalam persidangan.

Sementara kuasa hukum terdakwa Agung Pratama menilai vonis yang dijatuhkan ketua majelis hakim PN Depok Rizki Nazario Mubarak adil.

Perihal apakah akan mengajukan banding, Agung menyebut belum dapat memutuskan hal itu karena harus membicarakan dengan pihak keluarga Ilham.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help