Selis Balis, Sepeda Listrik Mirip Bajai yang Antitilang

"Ya untuk nganter anak, atau berkeliling kompleks, pergi ke pasar. Terserah saja kalau mau membawa ke jalan raya, tapi pastikan baterai terisi full,"

Selis Balis, Sepeda Listrik Mirip Bajai yang Antitilang
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Selis, brand sepeda listrik pabrikan Tangerang 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, ICE BSD - Selis, brand sepeda listrik pabrikan Tangerang, mencuri perhatian pengunjung Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018.

Dari berbagai produk sepeda listrik, satu yang paling mencolok adalah Balis, sepeda listrik yang lebih mirip bajaj.

Balis memiliki tiga roda, satu di depan dan dua di belakang, serta body tertutup layaknya bajaj, hanya lebih ramping.

Pengendara tak perlu takut kepanasan dan kehujanan. Marketing Selis, Harry menyebutnya sebagai sepeda listrik.

"Sepeda listrik sih, kita menyebutnya," ujarnya kepada TribunJakarta.com, Rabu (8/8/2018).

Sepeda listrik yang lebih mirip bajaj secara bentuk ini, seperti namanya, bertenaga listrik.

Balis perlu di isi tenaga atau charger selama tujuh jam, untuk bisa berjalan sepanjang 50 kilometer, dan hanya berkecepatan maksimal 50 kilometer per jam.

Sepeda listrik yang menggunakan stang sebagai alat kemudi itu, mampu menampung dua orang dewasa, atau satu pengemudi dengan dua penumpang anak-anak. Secara berat, Balis dapat mengakomodir hingga 300 kilogram.

Harry mengatakan Balis memang dibuat untuk beberapa kegiatan tertentu, seperti mengantar dan menjemput anak sekolah yang tak terlalu jauh, berbelanja di sekitar kompleks rumah dan kegiatan lain dengan jarak tempuh terbatas.

"Ya untuk nganter anak, atau berkeliling kompleks, pergi ke pasar. Terserah saja kalau mau membawa ke jalan raya, tapi pastikan baterai terisi full, biar enggak berhenti berjalan," ujarnya.

Balis dibanderol seharga 42 juta rupiah di GIIAS. Sampai hari ke-7 perhelatan GIIAS, sudah empat unit terjual.

Harry juga menjelaskan sampai saat ini belum ada regulasi yang mengatur sepeda listrik. Sehingga sepeda listrik tersebut tak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan tak perlu takut ditilang.

"Enggak ada STNK, enggak ada. Iya, enggak bisa ditilang, kan belum ada peraturannya," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help