Belum Disegel, Warga Depok Cemas Pabrik Pewangi Pakaian Tanpa Izin Kembali Beroperasi

Namun barang yang digunakan dalam produksi masih menumpuk dalam pabrik yang temboknya langsung berbatasan dengan warga.

Belum Disegel, Warga Depok Cemas Pabrik Pewangi Pakaian Tanpa Izin Kembali Beroperasi
TribunJakarta.com/Bima Putra
Aktivitas pabrik pewangi pakaian milik CV Mawar Cipta Mandiri di Pancoran Mas, Depok, Senin (6/8/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Sikap Pemerintah Kota Depok yang belum menyegel pabrik CV Mawar Cipta Mandiri di Jalan Keadilan, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru membuat warga perumahan Pesona Madani cemas.

Meski setelah mencuat di media massa aktivitas produksi pabrik yang berdiri sejak bulan Februari 2018 telah berhenti.

Namun barang yang digunakan dalam produksi masih menumpuk dalam pabrik yang temboknya langsung berbatasan dengan warga.

"Barang-barangnya masih ada dalam pabrik. Sampai sekarang belum disegel juga oleh Satpol PP. Kami khawatir kalau enggak disegel nanti setelah kasusnya redup mereka kembali beroperasi," kata Ibnu Abas Ali selaku warga sekaligus kuasa hukum warga perumahan Pesona Madani di Pancoran Mas, Depok, Jumat (10/8/2018).

Kecemasan warga diperburuk setelah mendengar kabar bahwa Satpol PP Kota Depok memberi waktu selama tiga bulan bagi CV Mawar Cipta Mandiri untuk pindah.

Menurutnya tiga bulan merupakan waktu yang lama dan setelah CV Mawar Cipta mengingkari janjinya untuk menghentikan dan menutup pabrik.

"Katanya Satpol PP ngasih waktu tiga bulan sebelum pindah. Padahal waktu pertemuan di Kelurahan Maret lalu pimpinan mereka minta dikasih waktu dua bulan sebelum pindah. Kami punya rekaman audionya," ujarnya.

Selain ingkar janji, Ibnu menyebut kekhawatiran warga karena telah menyaksikan drum berlogo kobaran api dalam segitiga berwarna merah.

Terlebih usai Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mengambil sampel udara di lokasi perumahan.

Dalam hasil uji laboratorium itu, kandungan Hydrogen Sulfide H2S melebihi batas normal.

"Kalau barang-barangnya masih di sana kita khawatir akan membahayakan keselamatan warga. Apalagi kita sudah lihat sendiri bagaimana dalam pabriknya. Satpol PP juga sebenarnya sudah lihat, tapi enggak tahu kenapa belum disegel," tutur Ibnu.

Perihal izin, Ibnu menilai CV Mawar Cipta Mandiri telah melakukan pembohongan publik terkait perizinan pabrik.

Alasannya sebagai perusahaan yang memproduksi pewangi pakaian, CV Mawar Cipta Mandiri hanya memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

"Mereka enggak punya izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) karena usahanya berbahaya bagi lingkungan warga," jelasnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help