Gempa Lombok Utara

BNPB: 259 Orang Meninggal dan 270.168 Mengungsi Akibat Gempa Lombok

Sutopo menjelaskan, bahwa data korban meninggal yang dilansir oleh BNPB adalah korban jiwa yang sudah terverifikasi dan teridentifikasi identitasnya.

BNPB: 259 Orang Meninggal dan 270.168 Mengungsi Akibat Gempa Lombok
BNPB
Gempa Lombok 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melansir data terbaru terkait korban meninggal akibat gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah korban meninggal saat ini yang sudah dievakuasi dan diidentifikasi, sebanyak 259 orang.

"Ribuan personil dikerahkan untuk penanganan darurat gempa di NTB dan Bali. 259 orang meninggal dunia, 1.033 orang rawat inap, 270.168 orang mengungsi," ujar Sutopo saat dikonfirmasi, Jumat (10/8/2018).

Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, dari 259 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 212 orang, Lombok Barat 26 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 6 orang, Lombok Timur 11 orang, dan Bali 2 orang.

Sutopo menjelaskan, bahwa data korban meninggal yang dilansir oleh BNPB adalah korban jiwa yang sudah terverifikasi dan teridentifikasi identitasnya.

Maka dari itu, terkait data jumlah korban meninggal dunia yang dilansir oleh instansi atau pihak lain berbeda-beda.

"Jumlah korban diperkirakan masih bertambah karena belum semua terverifikasi," ujar Sutopo.

Adapun gempa susulan yang berkekuatan 6,2 skala Ricter, yang kemarin mengguncang Lombok memakan korban jiwa sebanyak 2 orang, dan mengakibatkan sejumlah bangunan rusak.

Bantuan juga terus diberikan oleh tim SAR gabungan, khususnya untuk menjangkau wilayah-wilayah yang cukup sulit akses jalan menuju ke sana.

Satu diantaranya dengan helikopter BNPB dan Basarnas, yang dikerahkan untuk salurkan bantuan dari udara ke pengungsi di Kecamatan Kayangan dan Gangga di Kabupaten Lombok Utara.

"Bantuan dari darat dan udara terus disalurkan kepada korban dampak gempa 7 SR di Lombok. Pengungsi masih memerlukan bantuan," ujar Sutopo.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved