Pilpres 2019

Ini Jawaban Sandiaga Uno Soal Santri di Era Post-Islamisme

Sembari berjalan Sandi menanggapi arti dari santri di era post-islamisme yang ditujukan kepadanya.

Ini Jawaban Sandiaga Uno Soal Santri di Era Post-Islamisme
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Sandiaga Uno usai mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Sandiaga Salahuddin Uno secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon wakil presiden Prabowo Subianto ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (10/8/2018).

Usai keluar dari KPU, Sandi jalan kaki menuju mobilnya, sedangkan Prabowo sudah menaiki mobilnya dari dalam KPU.

Sembari berjalan Sandi menanggapi arti dari santri di era post-islamisme yang ditujukan kepadanya.

"Kalau dijelaskan panjang ya tapi pada intinya kita harus mendorong bahwa Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Islam yang merangkul semua dan Islam yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat indonesia," jawabnya singkat.

Zulkifli Hasan Sebut Sandiaga Uno Sudah Menang Padahal Belum Bertarung

Sandiaga Uno Akan Terapkan OK OCE Secara Nasional

Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengatakan Sandiaga adalah sosok santri di era post-islamisme.

"Saya kira, beliau hidup dialam modern, tapi beliau mengalami proses spiritualisasi dan Islamisasi. Saya bisa mengatakan, saudara Sandi merupakan sosok santri di Era Post Islamisme," ujar Sohibul.

"Mudah-mudahan dia benar-benar menjadi contoh pemimpin Muslim yang kompatibel dengan perkembangan zaman," tambahnya.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help