Kemarau Buat Sumur Kering, Warga Kampung Koceak Tangsel Terpaksa Ambil Air di Kali

Pria berusia 55 tahun itu mengaku setiap hari mengambil enam sampai delapan jerigen besar air untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci.

Kemarau Buat Sumur Kering, Warga Kampung Koceak Tangsel Terpaksa Ambil Air di Kali
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Warga Kampung Koceak, kelurahan Kranggan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), ambil air di kali Cisalak, Jumat (10/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Warga Kampung Koceak, kelurahan Kranggan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), terpaksa harus bergantung hidup dari air kali.

Pasalnya, air sumur warga mengering.

Di kampung yang terletak di belakang perumahan Lagoon itu kini memiliki dua sumber mata air, dari kali Cisalak dan kobak, atau cekungan yang dibuat warga untuk menampung air dari mata air bekas galian pasir.

Oning, adalah salah satu warga Kampung Koceak RT 6 RW 2 yang mengambil air di kali Cisalak.

Pria berusia 55 tahun itu mengaku setiap hari mengambil enam sampai delapan jerigen besar air untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci.

Ia mengambilnya menggunakan sepeda motor matic yang sudah dimodifikasi tambahan kayu agar dapat menaruh kedua jerigennya di bagian depan motor.

Musim Kemarau Pengaruhi Pasokan Air Bersih Palyja

Sumur di Tengah Sawah Semburkan Air Disertai Gas Setinggi 30 Meter Gegerkan Warga Ngawi

"Ada tiga empat kali balik mah," ujarnya kepada TribunJakarta.com, saat tengah mengambil air di kali yang dipenuhi tanaman, Jumat (10/8/2018).

Oning mengambil air menggunakan ember yang diikatkan ke sebatang kayu agar bisa dibuat menciduk air kali.

Selain itu juga ada Hasbulloh, yang mengambil air dari kobak. Sedikit berbeda, ia menggunakan galon sebagai pengganti jerigen.

Ia juga mengakui hal yang sama karena sumur di rumahnya hanya mengeluarkan sedikit air.

"Iya lagi kering mas," ujarnya, sambil menciduk air di kobak.

Namun begitu, mereka mengaku tidak merasakan gatal-gatal atau mengidap penyakit tertentu setelah menggunakan air kali itu.

"Enggak sih, enggak gatel," ujar Oning menutup percakapan, dan mulai menaiki motornya untuk kembali ke rumah yang berjarak sekira 500 meter.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help