Serangan Udara dan Tembakan Artileri Israel Tewaskan Seorang Wanita Hamil dan Anaknya 18 Bulan

Setidaknya tiga warga Palestina, termasuk seorang wanita hamil dan anak laki-lakinya yang berumur 18 bulan, terbunuh oleh serangan udara Israel

Serangan Udara dan Tembakan Artileri Israel Tewaskan Seorang Wanita Hamil dan Anaknya 18 Bulan
Kompas.com
Foto sebuah tank Merkava milik Israel berpatroli di perbatasan Israel dan jalur Gaza, menyusul serangan udara yang dilancarkan Israel ke Palestina, 10 Juli 2014. Serangan Israel ke kota Gaza menewaskan puluhan warga Palestina termasuk wanita dan anak-anak. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Setidaknya tiga warga Palestina, termasuk seorang wanita hamil dan anak laki-lakinya yang berumur 18 bulan, terbunuh oleh serangan udara Israel dan penembakan artileri di Jalur Gaza yang terkepung.

Diketahui pada hari ini, Kamis (9/8/2018), Israel melancarkan lebih dari 140 serangan setelah sekitar 150 roket ditembakkan dari daerah kantong pantai.

Menurut militer Israel, mereka melakukan serangan tersebut untuk memperingatkan Hamas. Namun nyatanya warga sipillah yang menjadi korban.

Sehingga mereka meminta pemerintah setempat segera mengevakuasi warga dari daerah dekat perbatasan Gaza.

Sebab menurut media lokal, Israel akan tetap melakukan operasi militer di Gaza untuk "menyingkirkan Hamas”.

“Kami tidak ingin perang dan tidak tertarik pada konfrontasi yang lebih luas,” kata Yuval Steinitz, anggota kabinet dalam Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kepada Radio Israel

 “Tetapi pada saat yang sama kami akan membuat ‘hukuman’ untuk Hamas.”

Serangan lanjutan

Sebenarnya, serangan hari ini merupakan serangan lanjutan dari serangan hari Rabu (8/8/2018) kemarin.

Dalam serangan kemarin, dua anggota Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza tewas oleh tembakan Israel.

Larangan Wisatawan Indonesia ke Israel Resmi Dicabut, Begini Alasannya

Halaman
12
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help