Setelah Gasak Rp 700 Juta di RPH Karawaci, Dua Rampok Ditembak Mati Sebelum Bobol Gudang Lain

Jajaran Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota menembak mati dua rampok Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Tangerang sesaat ingin membobol gudang lainnya

Setelah Gasak Rp 700 Juta di RPH Karawaci, Dua Rampok Ditembak Mati Sebelum Bobol Gudang Lain
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Tempat kejadian perkara Zamawi dan Sobri, dua rampok di RPH Karawaci, saat ditembak oleh polisi di Palem Semi, Kota Tangerang, Jumat (10/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CIBODAS - Jajaran Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota menembak mati dua rampok Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Tangerang sesaat ingin membobol gudang lainnya.

Saat perampokan, Zamawi dan Sobri menjadi eksekutor penggasak uang Rp 700 juta dari pegawai RPH Karawaci, Sutikno. Keduanya menyekap korban menggunakan slayer lalu kabur melalui plafon RPH Karawaci pada Kamis (9/8/2018) sekira pukul 01.40 WIB.

Keduanya berhasil lolos dari kejaran polisi.

Namun, kelima rekannya yakni Aris (34), Lili (34), Mardan (36), Rohman (36), Firman (37) berhasil diamankan polisi delapan jam setelah kejadian.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan, menjelaskan jajarannya telah menggagalkan niatan keduanya yang ingin menggasak gudang lain di sekitar Cibodas, Kota Tangerang.

"Kedua pelaku ini ketahuan oleh jajaran Polsek Batu Ceper ingin membobol gudang lainnya. Saat ingin diamankan keduanya melawan hingga diberikan tindakan tegas terukur di dada keduanya," jelas Harry di RPH sapi Jalan Raya Cisadane RT 04/01 Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Tangerang, Jumat (10/8/2018).

Menurut dia polisi terpaksa menembak keduanya lantaran Zamawi melukai pipi kanan jajarannya hingga sobek menggunakan cutter.

Komplotan rampok sebelumnya menggasak uang Rp 700 juta dari RPH di kawasan Cibodas, Tangerang pada Kamis (9/8/2018).

Ketujuh pelaku tersebut yakni, Zamawi (38), Sobri (38), Aris (34), Lili (34), Mardan (36), Rohman (36), dan Firman (37).

Kelima komplotan yang masih hidup tersebut disangkakan Pasal 365 KUHP yaitu pencurian dengan kekerasan dengan ancaman 12 tahun penjara.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved