Sudah Dua Bulan Warga Kampung Koceak Mandi Gunakan Air Kali, Minum dari Air MCK

Sudah dua bulan kemarau melanda Kampung Koceak, Kranggan, Setu, Tangerang Selatan, Banten.

Sudah Dua Bulan Warga Kampung Koceak Mandi Gunakan Air Kali, Minum dari Air MCK
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman
Warga Kampung Koceak RT 6 RW 2, Kranggan, Setu, Tangsel, mengambil air dari saluran air pada Jumat (10/8/2018). Sudah dua bulan sumur warga kekeringan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Sudah dua bulan kemarau melanda Kampung Koceak, Kranggan, Setu, Tangerang Selatan, Banten.

Selama itu juga mereka harus mandi dan mencuci pakaian menggunakan air kali.

"Sudah beberapa bulan kekeringan," ujar Hasbulloh, warga Kampung Koceak RT 6 RW 2, kepada TribunJakarta.com, saat tengah mengambil air di kobak, sebutan warga sekitar untuk cekungan penampung air, Jumat (10/8/2018).

Ia mengungkapkan sumur di rumahnya sudah kering selama dua bulan.

Sedangkan untuk minum, Hasbulloh biasa mencari di tempat lain selain kobak dan kali.

"Kalau air minum ya mencari sendiri," ungkap dia.

M Nur, warga satu RT dengan Hasbulloh merasakan hal sama.

Ia memang biasa menggunakan air Kali Cisalak untuk memenuhi kebutuhan mencuci dan mandi saat air sumur mengering.

"Itu kalau pagi di sana pada nyuci," sambil menunjuk ke Kali Cisalak.

Nur mengatakan untuk persediaan air minum, biasa mengambilnya di tempat mandi cuci kakus (MCK) yang berdekatan dengan Masjid Al-Hidayah.

"Kalau air minum biasanya ngambil di MCK," kata dia.

Ketua RT Riski mengafirmasi kondisi tersebut. Ia mengatakan MCK memang kerap dijadikan tempat untuk mengambil air warga saat kekeringan.

"Iya, biasanya pada ngambil di MCK," kata dia.  

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help