Tanggapan Korban Pelecehan Seksual di Depok Atas Vonis Hakim

RA (22) angkat bicara terkait vonis yang diberikan majelis hakim Pengadilan Negeri Depok kepada Ilham Sinna Tanjung (30) pada Kamis (9/8/2018).

Tanggapan Korban Pelecehan Seksual di Depok Atas Vonis Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ilham Sinna Tanjung (30) saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Depok, Sukmajaya, Depok, Kamis (9/8/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

"Tadi dia milih pikir-pikir dulu. Ya kalau dia mau banding semoga nanti di Pengadilan Tinggi hukumannya diperberat. Sekarang ini masih menunggu, karena hakim kan kasih waktu tujuh hari," tutur RA.

Sebagai informasi, Ilham menjadi terdakwa karena meremas payudara RA (22) saat korban melintas di Jalan Kuningan Kelurahan Kemiri Muka, Beji, Kamis (11/1/2018).

Tepatnya pukul 14.29 WIB kala ia melihat RA lalu membuntutinya dari belakang menggunakan sepeda motor Honda Vario B 3720 EAO.

Ia melambatkan laju sepeda motornya hingga bersebelahan dengan RA lalu meremas payudaranya.

Korban Pelecehan Ilham Lihat Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Depok di Stasiun Manggarai

Mendapat perlakuan seperti itu ia lalu memaki Ilham 'Kurang ajar lo' sehingga Ilham segera tancap gas melarikan diri.

Ilham diciduk polisi setelah aksinya pelecehan seksualnya terekam CCTV satu bangunan di lokasi.

Selain karena rekaman CCTV yang beredar luas di internet, kasus ini menyita perhatian karena Ilham tidak ditahan dari tingkat Polresta hingga Kejari Depok.

Terlebih saat membuat laporan di Polresta Depok ia mengalami perlakuan tidak menyenangkan polisi.

"Setelah kejadian saya langsung lapor polisi, tapi polisinya bilang 'Udah cuman dipegang gitu doang mba? Eh maaf mba maaf' Padahal kondisinya udah nangis-nangis," kata RA Jumat (13/7/2018).

Ia juga menyayangkan tidak ada perspektif gender dalam tuntutan Putri yang menjerat Ilham dengan pasal 281 ayat 1 KUHP tentang kesusilaan.

Dan hanya menuntut Ilham dengan hukuman empat bulan penjara meski terdakwa tidak mendekam dalam jeruji besi.

"Hukuman untuk pelaku tindakan yang menjatuhkan martabat wanita dan memalukan ini saja masih di anggap biasa dan mungkin tidak di anggap sebagai masalah," ujarnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help