Lombok Diguncang Gempa, Pelajar Tangerang Galang Dana di Bawah Jembatan

Contohnya, pelajar di Sekolah Dasar Islam Terpadu dan Sekolah Menengah Pertama Al-Itqon, Balaraja, Tangerang.

Lombok Diguncang Gempa, Pelajar Tangerang Galang Dana di Bawah Jembatan
TribunJakarta.com/ Ega Alfreda
Sekolah Dasar Islam Terpadu dan Sekolah Menengah Pertama Al-Itqon, Balaraja, Tangerang mengadakan penggalangan dana untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, BALARAJA - Gempa Bumi yang mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat membuat masyarakat Tangerang tergerak hatinya.

Berbagai kegiatan sosial dilakukan untuk membantu para korban di Lombok yang membutuhkan bantuan logistik dan moral.

Contohnya, pelajar di Sekolah Dasar Islam Terpadu dan Sekolah Menengah Pertama Al-Itqon, Balaraja, Tangerang.

Dari pantauan, kegiatan sosial yang dilakukan para pelajar ini yakni melakukan penggalangan dana yang didampingi pihak sekolah serta kepolisian dibawah jembatan layang Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Kegiatan tersebut bertujuan, membantu para korban serta, tak luput mereka juga melakukan doa dan Solat Gaib yang memang sebelumnya pihak Kementerian Agama meminta agar masyarakat dapat melakukan solat gaib bagi para korban jiwa atas bencana gempa tersebut.

BNPB: 259 Orang Meninggal dan 270.168 Mengungsi Akibat Gempa Lombok

Bawakan Stand By Me hingga Bento, Elek Yo Ben Kumpulkan Rp 2 Miliar untuk Korban Gempa Lombok

"Nantinya, penggalangan dana ini akan dikumpulkan selama tiga hari baik dari internal mau pun eksternal dan akan kami salurkan kepada korban," ujar Direktur Utama Sekolah Al-Itqon Qomaruzzaman, Jumat (10/8/2018).

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang pun mengirimkan 11 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang tergabung dalam tim rescue menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Diminta berkoordinasi dengan Basarnas setempat dan lakukan tindakan preventif," ujar Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah.

Sebelumnya, pada Minggu, (5/8/2018) gempa sebesar 7.0 SR mengguncang wilayah Lombok bahkan, terdapat peringatan tsunami pada pukul 18.48 WITA.

Hingga akhirnya BMGK mencabut peringatan dicabut pada pukul 21.00 WITA.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved