Tarif Rusun Naik, Warga: Tolong Pemerintah Jangan Menambah Beban Warga Rusun

"Walaupun naiknya cuma 30 ribu, kalo buat ibu-ibu berarti banget, bisa beli apa aja di pasar, makanya tolong Pemerintah jangan menambah beban warga

Tarif Rusun Naik, Warga: Tolong Pemerintah Jangan Menambah Beban Warga Rusun
Warta Kota
Rusun Cipinang Besar Selatan (Cibisel)  

TRIBUNJAKARTA.COM- Kenaikan tarif sejumlah Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) nampaknya ditangapi negatif oleh sejumlah warga penghuni rumah susun.

Seperti Haryati (44) warga rusun Cipinang Besar Selatan. Ia mengaku bahwa rencana kenaikan harga tarif rusun tentunya akan membebani para penghuni rumah susun.

"Pasti keberatan kalo naik ya, soalnya dengan biaya yang sekarang saja sebenarnya sudah cukup ditambah ada kenaikan tentu ini menambah beban kami," kata Haryati, Selasa (14/8/2018).

Dikatakan Haryati, walaupun kenaikan tarif tidak begitu besar tentu hal itu akan berdampak pada tanggungan yang harus dibayar.

Ditambah warga rusun tidak hanya dibebani dengan tarif sewa saja.

Untuk itu dirinya berharap pemerintah agar memikirkan ulang atas kenaikan harga sewa rusun ini, apalagi warga penghuni rusun merupakan warga pindahan akibat pengusuran.

"Walaupun naiknya cuma 30 ribu, kalo buat ibu-ibu berarti banget, bisa beli apa aja di pasar, makanya tolong Pemerintah jangan menambah beban warga rusun," katanya.

Sementara itu, Kepala Rusun Cipinang Besar, Septalina mengatakan bahwa pihaknya sudah mensosialisasikan terkait kenaikan tarif rusun sewa tahun 2018 ini.

"Kita sudah sosialisasikan terkait kenaikan tarif rusun sejak kemarin, bahkan setiap rumah juga dikirim satu lembar terkait biaya sewa dan ditempel juga di papan pengumuman," kata Septalina.

Dikatakan Septalina, tarif sewa rusun di Cipinang Besar Selatan sesuai dengan perda No. 3 tahun 2012 untuk lantai 1 besar tarif Rp 234.000.

Halaman
123
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help