Jualan Dari Pukul 04.00 WIB Cuma Laku 300 ikat, Pedagang Ketupat: Sisanya Akan Dibuang

"Sudah jualan dari kemarin, tapi lagi sepi tahun ini. Idul Adha tahun lalu abis, bahkan kurang. Ini sampe sekarang baru laku 300 ikat,"

Jualan Dari Pukul 04.00 WIB Cuma Laku 300 ikat, Pedagang Ketupat: Sisanya Akan Dibuang
TribunJakarta/Afriyani
Juwadi menjajakan ketupat 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Juwadi (45), pedagang ketupat asal Tangerang memanfaatkan momen Idul Adha untuk menjual ketupat.

Ia berdagang di sekitar kawasan Pasar Pelita, Sungai Bambu, Jakarta Utara. Seperti tahun sebelumnya, Juwadi memilih kawasan Tanjung Priok sebagai lahan rejekinya.

Sudah dua hari Juwadi berdagang, ia membawa lebih dari 700 ikat ketupat dari Tangerang. Sampai dengan malam ini, dia hanya mampu menjual 300 ketupat.

"Sudah jualan dari kemarin, tapi lagi sepi tahun ini. Idul Adha tahun lalu abis, bahkan kurang. Ini sampe sekarang baru laku 300 ikat," ujar Juwadi kepada TribunJakarta.com, Selasa (21/8/2018).

Mohamad Yusuf Penjual Es Krim dari Situbondo yang Membawa Obor Asian Games

Menang Dua Set Langsung, Marcus/Kevin Nilai Lawannya Grogi

Pemain Jepang Protes, Tanggapan Kevin: Main Aja Sendiri

Padahal, Juwadi membawa sekitar 3.000 ketupat. Walau sisa dalam jumlah besar, dia mengatakan sisanya paling dibuang.
"Lagian buat apa? Kan ngak kepake," kata dia.

Satu ikat ketupat ia jual dengan harga Rp 7.000,- hingga Rp 10.000. Sedangkan daun kelapa ia jual seharga Rp 4.000.

Juwadi berdagang sejak pukul 04.00 pagi, menurutnya pembeli akan ramai di pagi hari saat belanja kebutuhan dapur.

Koleksi 11 Medali: Indonesia Tambah Medali dari Cabang Angkat Besi, Wushu dan Badminton

Namun hingga sore hari, daganganya masih menggunung. Hingga banyak pembeli yang ia beri bonus dan harga murah.

Menurutnya cara itu adalah cara tepat untuk menarik pembeli dan memanfaatkan waktu yang tersisa.

Sisa ketupat yang tidak terjual dan masih bagus akan ia bawa pulang untuk dibagikan. Sedangkan yang sudah layu akan ia buang.

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help