Wisata Menelusuri Benteng Martello Jejak Belanda di Pulau Kelor

Bangunan itu tampak terdiri dari tumpukan bata merah yang bisa dilihat dari kejauhan saat kapal akan bersandar di dermaga.

Wisata Menelusuri Benteng Martello Jejak Belanda di Pulau Kelor
TRIBUNJAKARTA.COM/KURNIAWATI HASJANAH
Benteng Martello di Pulau Kelor 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pagi hari di Muara Kamal, Jakarta Utara, berbagai sampan tradisional merapat dan tampak siap mengantarkan para wisatawan rombongan dari Jalan-jalan Yuk dan Mau Kemana Sih.

Sampan tersebut akan mengunjungi tiga destinasi Kepulauan Seribu, salah satunya Pulau Kelor.

Terdapat bangunan peninggalan Belanda di Pulau Kelor.

Bangunan itu tampak terdiri dari tumpukan bata merah yang bisa dilihat dari kejauhan saat kapal akan bersandar di dermaga.

Bangunan tersebut bernama Benteng Martello.

Benteng Martello memiliki diameter 14 m dan tinggi sekitar 9 m.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunJakarta.com, Benteng Martello dibangun oleh kolonial Belanda pada abad ke-17 sebagai benteng terdepan menangkal serangan Portugis di Batavia.

Rombongan wisata Jalan-jalan Yuk dan Mau Kemana Sih saat traveling ke Kepulauan Seribu.
Rombongan wisata Jalan-jalan Yuk dan Mau Kemana Sih saat traveling ke Kepulauan Seribu. (TRIBUNJAKARTA.COM/KURNIAWATI HASJANAH)

Selain itu, benteng ini bertujuan untuk menaruh meriam besar yang dapat diputar 360 derajat.

Bangunan yang saat ini ada di Pulau Kelor tersebut merupakan bangunan sisa dari aslinya.

Sebagian besar bangunan rusak karena abrasi air laut, gempa Jakarta di tahun 1966 dan letusan Gunung Krakatau tahun 1883.

Sejumlah Tips Kulit Terhindar Sengatan Sinar Matahari Ketika Traveling

Halaman
12
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved