Asian Games 2018

Raih Dua Medali Emas di Paralayang, Jafro Pernah Jadi Paraboy Dibayar Rp 5 Ribu per Parasut

“Dulu sebelum jadi atlet aku suka bantu melipat parasut setiap pulang sekolah, waktu itu aku kelas II Sekolah Menengah Pertama tahun 2011,” kata Jafro

Raih Dua Medali Emas di Paralayang, Jafro Pernah Jadi Paraboy Dibayar Rp 5 Ribu per Parasut
TribunJakarta/Bima Putra
Jafro Megawanto, Atlet Paralayang penyumbang dua medali emas untuk Indonesia di ajang Asian Games 2018. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Jafro Megawanto (20), namanya kini makin dikenal oleh masyarakat luas, usai berhasil menyumbangkan dua medali emas serta satu medali perunggu untuk Indonesia di ajang Asian Games 2018.

Jafro berhasil meraih medali emas pertamanya dari cabang olahraga paragliding atau paralayang dalam nomor ketepatan mendarat perorangan atau men's individual accuracy, dan emas kedua dari nomor akurasi beregu putra atau men's team accuracy.

Sementara medali perunggu, berhasil diraih Jafro bersama rekan-rekannya dari nomor beregu putra lintas alam (cross country).

Di balik semua capaian dan prestasi yang berhasil diraih Jafro, ada kisah perjuangan Jafro yang memulai karir di dunia paralayang sebagai pelipat parasut atau paraboy.

Diwawancarai TribunJakarta.com di Rumah Indonesia yang beralamat di kawasan Rasuna Epicentrum Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (30/8/2018), secara senang hati Jafro pun menceritakan kisahnya ketika menjadi paraboy.

“Dulu sebelum jadi atlet aku suka bantu melipat parasut setiap pulang sekolah, waktu itu aku kelas II Sekolah Menengah Pertama tahun 2011,” kata Jafro.

Dari setiap satu parasut yang dilipatnya, Jafro menerima upah sebesar Rp 5 ribu selama dua tahun menjadi seorang paraboy.

Identitas Tak Jelas, Pria Bermasker Tak Dikenal Kejang Hingga Tewas, Saksi: Seperti Epilepsi

Mahasiswi Bunuh Bayinya: Berhubungan Intim Sejak SMA, Melahirkan di Ember, Boncengan Bawa Mayat

Mahasiswi Tewas Dibegal: Pelaku Rampas Rp 300 Ribu, Ridwan Kamil Minta Tembak di Tempat

Uang dari hasil melipat parasut tersebut, ia gunakan untuk ongkos jajannya di sekolah, guna membantu meringankan beban orangtuanya yang berprofesi sebagai buruh tani.

“Persatu parasut yang aku lipat itu diupahin Rp 5 ribu, uangnya ya untuk ongkos jajan di sekolah, kalau ada sisa aku tabung,” ucap Jafro.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved