Rupiah Sentuh Level Terendah, Sandi Ajak Masyarakat Gunakan Produk Indonesia

"Fokus pada barang-barang yang bisa menciptakan lapangan kerja dan menggerakan perekonomian bangsa," tambahnya.

Rupiah Sentuh Level Terendah, Sandi Ajak Masyarakat Gunakan Produk Indonesia
TRIBUNJAKARTA.COM/RIA ANASTASIA
Sandiaga Uno 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Mata uang rupiah kembali melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), kini nilai tukar rupiah menembus angka Rp 14.800.

Menyikapi hal tersebut, bakal calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengajak masyarakat untuk menggunakan produk-produk dalam negeri guna menggerakan perekonomian negara.

"Saya ingin pesan, ini agak serius, saya ingin mengajak elemen bangsa mulai hari ini, mulai dari hal kecil, yang simpel saja seperti menggunakan produk dalam negeri," ucapnya kepada awak media, Sabtu (1/9/2018).

"Fokus pada barang-barang yang bisa menciptakan lapangan kerja dan menggerakan perekonomian bangsa," tambahnya.

Sandi juga mengingatkan kepada masyarakat, bila rupiah terus melemah nantinya akan berpengaruh terhadap peningkatan sejumlah kebutuhan pokok.

"Kita harus waspada, bila dollar menguat dan rupiah terus terpuruk, nanti akan mengancam sendi perekonomian kita, bahan kebutuhan pokok meningkat tajam harganya," ujarnya di Kampus Uhamka, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Menurutnya, saat ini seluruh elemen bangsa terlalu fokus terhadap dunia politik untuk menyambut pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang sehingga sektor ekonomi mengalami keterpurukan.

"Jangan campurkan politik dan ekonomi, yang kita lihat sekarang semuanya fokus di politik, ekonomi keteteran karena seluruh elemen bangsa tertuju ke arah pilpres," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap, seluruh lapisan masyarakat bersatu, memusatkan perhatian di sektor ekonomi untuk mengatasi nikai tukar rupiah yang kini berada di titik terendah selama 20 tahun terakhir.

"Harapan saya agar ekonomi menjadi pusat perhatian kita, kita hentikan saling cakar, kita fokus sejenak, kita harus bersatu," kata Sandi.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved