Pemilik Dealer Mobil Bekas Harus Bersaing dengan Bisnis Jual Beli Mobil Online

Segala kemudahan tersebut, berimbas pada dealer mobil bekas yang membuka showroom.

Pemilik Dealer Mobil Bekas Harus Bersaing dengan Bisnis Jual Beli Mobil Online
TribunJakarta.com/Afriyani Garnis
Suasana di kawasan Blok S, Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Pusat. Jumat (7/9/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Saat ini kemudahan transaksi jual beli, sudah sangat dimudahkan dengan adanya bisnis jual beli online.

Bisnis online tersebut juga merambah pada jual beli mobil bekas.

Pembeli bisa dengan mudah membuka situs jual beli online menggunakan gawai mereka masing-masing.

Segala kemudahan tersebut, berimbas pada dealer mobil bekas yang membuka showroom.

Satu di antaranya adalah dealer mobil bekas yang berada di Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Kalau sekarang saingan kita bukan penjual mobil bekas juga, saingannya bisnis online," ujar Andrew (25) Satu di antara pemilik dealer mobil bekas yang ditemui di Pasar Mobil Kemayoran Jum'at (7/9/2018).

Menurut Andrew, bisnis jual beli mobil online sangat berpengaruh bagi usahanya.

Karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat yang mengutamakan kemudahan.

Andrew Widianto (25) satu di antara pemilik dealer mobil bekas di Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Pusat. Jumat (7/9/2018)
Andrew Widianto (25) satu di antara pemilik dealer mobil bekas di Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Pusat. Jumat (7/9/2018) (TribunJakarta.com/Afriyani Garnis)


Sebelum adanya bisnis jual beli online, pembeli akan datang untuk melihat langsung kendaraanya.

Setelah menemukan kendaraan yang cocok, kemudian akan dilanjutlan dengan tawar menawar harga.

Sedangkan sekarang, pembeli cenderung akan melihat di situs jual beli online dahulu.

Pengemudi Truk Tangki Diamankan karena Buang Limbah Sembarangan di Marunda

Berhasil Kabur Satu Tahun, Maling Pembobol Minimarket di Kabupaten Tangerang Dicokok Polisi

Sudin KUKMP Jakbar Ajak Peserta OK OCE Pasarkan Produk Secara Online

Tawar menawar harga dilakukan menggunakan pesan singkat, kemudian baru lihat barang.

"Rata-rata sekarang orang nego (tawar-menawar) dulu, baru lihat barang," katanya.

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved