Pilpres 2019

Sandiaga Ikuti Jejak Jokowi: Potong Rambut di Ko Tang, Minum Teh di Kedai Kopi Tak Kie

Sandiaga mengayuh sepeda dari rumahnya di wilayah Jakarta Selatan menuju Glodok, Jakarta Barat.

Sandiaga Ikuti Jejak Jokowi: Potong Rambut di Ko Tang, Minum Teh di Kedai Kopi Tak Kie
TRIBUNJAKARTA.COM/NOVIAN ARDIANSYAH
Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno saat memotomg ramnut di Pemangkas Rambut Kotang, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (11/9/2018). 

Dijelaskan Lili, Ko Tang memang tak hanya sekedar memotong rambut para pelanggannya.

Pelayanan ekstra seperti keramas, membersihkan muka, hingga membersihkan telinga menjadi nilai tambah yang diberikan Ko Tang.

"Paling dibersihin mukanya, telinganya. Juga dicuci muka dulu bersih, baru telinga. Keramas terus dipijat pundaknya kemudian dicuci muka pakai sabun sekalian dikeramasin," tutur Lili saat menjelaskan layanan yang sedang diberikan untuk Sandiaga Uno usai rambutnya dipangkas.

Lili menjelaskan, semua layanan yang dinikmati Sandi sudah satu paket.

Untuk harga yang ditawarkan per paketnya ternyata tidak murah.

Perlu merogoh kocek agak dalam jika Anda ingin menikmati pangkas rambut ala Sandi hingga Presiden Jokowi itu.

"Harga satu paket Rp 300 ribu," ucap Lili.

Namun begitu, lanjut Lili, Ko Tang memiliki layanan yang berbeda dibanding salon pangkas rambut pada umumnya, yang terletak pada layanan keramas.

"Setelah itu dikeramasin, dicuci. Tapi kalau dicuci di sini modelnya nunduk gitu gak kaya di salon gitu, kan kalau di salon kan tiduran," ujarnya.

Pemilik Kopi Tak Kie

Kedai Kopi Tak Kie
Kedai Kopi Tak Kie (TribunJakarta.com/Novian Ardiansyah)

Pemilik kopi Tak Kie, Koh Latief menilai sifat Sandi memiliki makna yang sama dengan nama kedai kopi miliknya.

Latief mengatakan kedai kopi yang sudah ada sejak tahun 1927 itu merupakan peninggalan dari kakeknya.

Ia merupakan generasi ketiga yang menjadi penerus usaha kedai Kopi Tak Kie di kawasan Glodok, Jakarta Barat.

Koh Latief generasi ketiga pemilik Kopi Tak Kie di Kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.
Koh Latief generasi ketiga pemilik Kopi Tak Kie di Kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat. (TribunJakarta.com/Novian Ardiansyah)

"Engkong saya bikin Tak Kie, Tak itu artinya orang yang bijak. Kaya Uno sama bijak, kalem, biasa apa adanya aja gitu," ujar Latief.

Sementara kata Kie, lanjut Latief, maknanya mudah diingat orang.

"Kalau Kie diinget orang, oh iya nih orangnya bijak nih polos jadi saya inget dia gitu," kata Latief.

Latief menambahkan, kedatangan Sandi di Kopi Tak Kie sendiri merupakan kali keempat.

Koh Latief generasi ketiga pemilik Kopi Tak Kie di Kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.
Koh Latief generasi ketiga pemilik Kopi Tak Kie di Kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat. (TribunJakarta.com/Novian Ardiansyah)

"Udah empat kali, yang ketiga kali baru cawagub, yang pertama belum," ujarnya.

Sandiaga Bicara Tren Bahasa Gaul Anak Jaksel yang Viral di Medsos

Polisi Akan Tindak Pelaku Pengrusakan Truk di Kalideres

Masuki Tahun Politik, Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Indonesia Berpelukan Teletubbies

Selain menyamakan makna arti Kopi Tak Kie ke Sandi, Latief turut menyamakannya untuk Presiden Joko Widodo yang juga pernah berkunjung ke sana.

"Pak Jokowi tiga kali tapi sebelum jadi Presiden. Pas jadi Presiden belum pernah, pas gubernur. Jokowi juga sama orangnya bijak juga, sama," tutur Latief. (TribunJakarta)

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help