Sepeda Motor RX King 0 Km Keluaran Tahun 2009 Laku Rp 73 Juta, Pembelinya Anggota Komisi III DPR

Namun siapa sangka sepeda motor miliknya yang bagian jok dan spionnya masih dibalut plastik itu, laku Rp 73.5 juta.

Sepeda Motor RX King 0 Km Keluaran Tahun 2009 Laku Rp 73 Juta, Pembelinya Anggota Komisi III DPR
ISTIMEWA/Instagram @faizallazhary
Yahama Rx-King yang laku Rp 73 juta. 

TRIBUNJAKARTA.COM  - Mengendarai sepeda motor baru keluar dari dealer mungkin sudah biasa.

Tapi bagaimana memiliki sepeda motor keluaran tahun 2009, yang belum pernah dikendarai mungkin tidak semua orang bisa merasakannya.

Jagad dunia maya sempat dihebohkan penjualan sepeda motor legendaris lansiran Yamaha, RX King, dengan banderol selangit.

Penjual yang mengiklankan sepeda motrornya di lapak satu lapak online terkemuka di Tanah Air ini, berhasil melego motor dua silinder miliknya Rp 50 juta.

Setelah ditelisik, kuda besi yang akrab dijuluki 'raja jalanan' itu rupanya memiliki faktor 'X'.

Motor tersebut terbilang istimewa, karena belum sama sekali dipakai, alias masih baru.

Angka di odometer pun masih 0 kilometer.

Faktor 'X' lainnya, RX King tahun rakitan 2009 itu, diketahui merupakan edisi terakhir sebelum akhirnya pabrikan Yamaha menyetop produksi, karena terganjal aturan emisi gas buang.

Artinya, motor itu berstatus barang langka.

Terbaru, pemuda 21 tahun asal Bandung, Jawa Barat berhasil menjual sepeda motor miliknya dengan harga yang lebih tinggi.

Pemuda itu bernama Faizall Azhary.

Namun siapa sangka sepeda motor miliknya yang bagian jok dan spionnya masih dibalut plastik itu, laku Rp 73.5 juta.

Kepada TribunJakarta.com, Faizall menjelaskan awal mula motornya dibayar tunai oleh sang pembeli.

Yang membeli pun ternyata bukanlah orang biasa.

Dia adalah Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni.

Ahmad Sahroni
Ahmad Sahroni (Tribun Jakarta)

Faizall mengatakan awalnya dia menawarkan sepeda motor itu kepada Sahroni lewat akun Instagram.

"Saya tawarin via Instagram ke Bapak Ahmad Sahroni. Terus suruh dianterin ke rumahnya," kata Faizall saat dihubungi, Selasa (11/9/2018).

Menurutnya, sepeda motor kesayangannya itu pun diangkut dengan mobil dari rumahnya di Bandung menuju kawasan Tanjung Priok di Jakarta Utara.

"Dibawa mobil, dimasukin. Ke sana. Yang bayarnya ibunya. Pak Sahroni lagi sibuk," kata Faizall.

Yahama Rx-King yang laku Rp 73 juta.
Yahama Rx-King yang laku Rp 73 juta. (ISTIMEWA/Instagram @faizallazhary)

Faizall yang memang hobi dengan motor RX King ini menjelaskan, awalnya dia menjual motornya seharga Rp 87 juta, kemudian ditawar dan sepakat diharga Rp 73,5 juta.

Sengaja cuma dipajang

Dirinya mengatakan, motor yang dijual ke Sahroni dibeli dari dealer tahun 2009, dan tidak pernah digunakan.

"Memang dari beli ingin dijual lagi suatu saat nanti dengan harga yang lebih tinggi," katanya.

Sebagai penghobi RX King dirinya juga punya motor lain yang sengaja digunakan sehari-hari.

Yahama Rx-King yang laku Rp 73 juta.
Yahama Rx-King yang laku Rp 73 juta. (ISTIMEWA/Instagram @faizallazhary)

Simak video penampakan sepeda motornya

Bukan yang pertama

Motor Honda Astrea Grand yang sempat mendapat julukan motor sejuta umat di Indonesia.

Motor populer di tahun 90-an itu juga termasuk produk honda yang irit bahan bakar  mesin bandel. 

Sekarang motor ini sudah bisa dibilang motor jadul, karena sudah digantikan dengan pengganti Honda di kelas cub (bebek), yakni seri Supra.

Zubastian berpose bersama Honda Astrea Grand hasil rsetorasi yang baru saja dijualnya seharga Rp 80 juta kepada seorang rekannya.
Zubastian berpose bersama Honda Astrea Grand hasil rsetorasi yang baru saja dijualnya seharga Rp 80 juta kepada seorang rekannya. (Dokumentasi Pribadi/Zubastian)

Seorang pria warga Bintaro, Tangerang Selatan, justru mendapat rezeki nomplok karena berusan dengan motor jadul tersebut.

Ia menjual satu unit Honda Astrea Grand keluaran 1991 dengan harga Rp 80 juta!

Pemilik yang telah menjual motor tersebut diketahui bernama Zubastian Rachman, atau yang akrab dipanggil Tian.

Kata Tian, motor tersebut merupakan hasil restorasi dari motor bekas yang dibelinya seharga Rp 3,4 juta.

Motor dibeli dari seorang warga Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, sekitar tiga bulan silam.

Menurut Tian, tujuannya membeli motor Astrea Grand bekas lawas dilatarbelakangi hobinya memodifikasi motor.

"Awalnya pengin lihat-lihat doang gimana sih kondisinya motor tahun 1991. Pergilah ke Tigaraksa. Setelah dibeli, motornya saya bawa sendiri pulang ke Bintaro. 2,5 jam naik motor dari sana sampai ke rumah," kata Tian kepada Kompas.com, Rabu (14/3/2018).

Setelah motor sampai di rumahnya, Tian pun memulai rencananya.

Perburuan suku cadang asli Astrea Grand pun dimulai.

Tian menyebut sebagian besar suku cadang sudah diganti dengan yang baru.

Satu-satunya bagian dari motor yang tidak diganti hanya sasis yang hanya dicat ulang.

Menurut Tian, suku cadang baru yang dibelinya seluruhnya original milik Grand.

Suku cadang dibeli lewat situs-situs jual beli online.

Tian mengatakan, hampir semua suku cadang yang dibelinya didapat di Indonesia, kecuali lampu depan dan besi pegangan bagian belakang yang dibelinya dari seseorang di Malaysia.

Setelah semua terkumpul, Tian mulai mengganti satu per satu suku cadang yang lama dengan yang baru.

Saat proses pengerjaan, Tian dibantu mekanik dari bengkel Kembar Racing Team yang masih berlokasi di seputaran Bintaro.

"Biaya total sekitar Rp 30 juta. Sama ongkos bongkar pasang sekitar Rp 1,5 juta," ujar Tian.

Tian enggan membeberkan siapa orang yang telah berani membayar motornya itu hingga seharga Rp 80 juta.

Ia menyebut orang tersebut merupakan teman dekatnya.

Zubastian, dan motor Honda Astrea Grand yang dijualnya seharga Rp 80 juta.
Zubastian, dan motor Honda Astrea Grand yang dijualnya seharga Rp 80 juta. (Dokumentasi Zubastian)

"Saya jualnya Rp 75 juta, tapi dibayarnya Rp 80 juta," ujar Tian.

Menurut Tian, tujuannya membungkus jok dan memasang pelat warna putih hanya untuk iseng.

Tujuannya agar seolah-olah motor tersebut tampak seperti baru dibeli dari diler Honda.

"Lagian pelat putih, kan, tidak ada juga buat motor. Adanya mobil. Itu buat gaya-gayaan supaya terlihat baru keluar dari diler. Padahal, restorasi semua," pungkas Tian. (*)

"Saya jualnya Rp 75 juta, tapi dibayarnya Rp 80 juta," ujar Tian.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita di Balik Honda Astrea Grand Seharga Rp 80 Juta" (TRIBUNJAKARTA.COM)

Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help