Terhalang Rumah Besar, Sutrisno Hanya Punya Akses Jalan Satu Meter

Warga Manggarai Selatan, Sutrisno, kaget saat jalan setapak di depan rumahnya dibangun sebuah rumah terbilang besar.

Terhalang Rumah Besar, Sutrisno Hanya Punya Akses Jalan Satu Meter
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Sutrisno menunjukkan dinding batu bata yang menutupi depan rumahnya, Rabu (12/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Warga Manggarai Selatan, Sutrisno, kaget saat jalan setapak di depan rumahnya dibangun sebuah rumah terbilang besar.

Rumah Sutrisno seluas 25 meter itu tak memiliki akses jalan masuk maupun keluar apabila dibangun sebuah rumah.

Imbas pembangunan rumah besar itu, terdapat dua rumah yang tak bisa memiliki akses jalan keluar.

Satu di antaranya rumah Sutrisno.

"Ada dua rumah yang terhimpit. Awalnya kaget ketika pemilik tanah bilang jalan setapak yang ada di depan rumah saya itu merupakan tanahnya," ungkap Sutrisno kepada TribunJakarta.com, Rabu (12/9/2018).

Pihak Kelurahan Manggarai Selatan beserta RT dan RW pun melakukan mediasi menyelesaikan permasalahan itu.

"Dipertemukan antara pihak kelurahan, RT dan RW, saya diwakili istri saya. Pembangunan di depan rumah Sutrisno tetap jalan tapi kemudian sisa jalan setapak di samping rumah tak ditutup," tutur dia. 

Namun, Sutrisno dan anggota keluarganya harus melewati teras depan tetangganya menuju jalan setapak itu.

"Tapi saya harus melewati teras depan rumah tetangga saya untuk menuju jalan setapak. Dia untungnya sudah memberi izin," terangnya.

Ditemui secara terpisah, Ketua RT 014 RW 01 Manggarai Selatan, Bambang mengakui jalan setapak yang berada di depan rumah Sutrisno merupakan tanah milik orang lain.

"Memang itu (jalan setapak) tanah milik orang. Tapi karena itu tanah keluarga maka dibangun sebuah jalan. Setelah sekian puluh tahun, jalan itu akhirnya dibangun rumah oleh anggota keluarganya," tambah Bambang.

Sutrisno, lanjut Bambang, tak tahu menahu sejarah awal tanah itu.

"Karena dia pendatang langsung beli tanah belakang tanpa tahu sejarah awalnya kalau itu tanah keluarga. Jalan setapak itu hanya sementara saja," tandas dia. 

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved