Golkar Ingatkan Calegnya Agar Hindari Korupsi
Dari 1200 responden, sebanyak 24,8 persen memilih PDI-P dan Gerindra sebesar 13,1 persen.
TRIBUNJAKARTA.COM - Partai Golkar mengingatkan bakal caleg yang akan memperebutkan kursi DPR di Pemilu 2019 untuk menghindari perbuatan koruptif apabila nantinya terpilih sebagai wakil rakyat.
"Kalau ada tindakan koruptif pasti merugikan partai," kata Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus usai membuka acara bimbingan teknis caleg Golkar di Jakarta, Kamis (13/9/2018).
"Itu yang saya harapkan tadi saya mengajak caleg-caleg ini mari kita bangun partai ini sesuai tagline Golkar bersih, bangkit, maju, dan Insya Allah Golkar menang," tambah dia.
Hal ini disampaikan Lodewijk menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Agustus 2018 yang menunjukkan Partai Golkar terancam tak masuk peringkat dua besar pemenang Pemilu 2019 untuk pertama kalinya.
• Berbicara Sendiri Saat Edy Rahmayadi Ngomong, Ibu-ibu Pengunjuk Rasa Ini Terima Akibatnya
Dari 1200 responden, sebanyak 24,8 persen memilih PDI-P dan Gerindra sebesar 13,1 persen.
Sedangkan Golkar sebesar 11,3 persen.
Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby memaparkan, menurunnya elektabilitas Golkar ini karena kasus korupsi yang menimpa para elitenya, mulai dari mantan ketua umum Golkar Setya Novanto dan mantan sekjen Golkar Idrus Marham.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Golkar Ingatkan Calegnya Hindari Korupsi".
Penulis : Ihsanuddin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/sekjen-partai-golkar-lodewijk-freidrich-paulus_20180913_164707.jpg)