5 hari Jadi Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi Geram Sampai Usir Ibu-ibu Pendemo yang Interupsi

Kemudian Edy Rahmayadi kembali berbicara dan mengutarakan keinginannya untuk membawa Sumatera Utara bermartabat, tiba-tiba seorang ibu nyeletuk.

5 hari Jadi Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi Geram Sampai Usir Ibu-ibu Pendemo yang Interupsi
KOMPAS.com/MEI LEANDHA
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menemui massa nelayan yang demonstrasi ke kantor gubernur, Kamis (13/9/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN - Ribuan nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Kecil Modern Sumatera Utara menggeruduk Kantor Gubernur Sumut di Jalan Diponegoro, Kamis (13/9/2018).

Para nelayan menuntut agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat mengeluarkan izin melaut.

Salah seorang lelaki yang berorasi mengenakan pakaian berwarna putih menyebut mereka sudah 15 hari tidak melaut.

Saat ini nelayan dengan kapal bermuatan 5 GT (gross tonnage) atau tonase kotor kerap ditangkap sehingga banyak nelayan tidak bisa mencari nafkah untuk keluarga.

"Anak istri menjerit, tidak bisa bayar uang sekolah dan makan karena tidak ada uang. Beberapa kawan kami ditembak dan ditangkap," kata orator tersebut.

"Teringat 3 hari yang lalu, kawan kami diberondong dan tiga  korban berserakan ditengah laut. Kami diberondong seperti teroris. Padahal kami bukan penjahat, tapi kami saat ini terpenjara dengan Permen 71 (Peraturan Menteri) yang seperti tidak berprikemanusiaan," tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa tanah, bumi dan laut bukan untuk penguasa.

"Makanya kami para nelayan turun ke jalan. Karena saat ini, ada nelayan yang ditembak dan dibakar. Tolonglah kami hanya nelayan kecil. Ada 17 orang saudara kami masih ditahan di Polair Polda Sumut, dengan tuduhan pencuri dan perampok," ujar orator.

Lebih lanjut, para nelayan bermohon agar pasangan Gubernur baru Sumut Edy Rahmayadi- Mus Rajeckshah alias Ijeck yang punya hak konstitusi agar memberi hak para nelayan untuk melaut.

"Tolong kami, agar kami bisa memberikan makan keluarga dan menyekolahkan anak-anak kami. Kami melaut hanya untuk cari makan bukan untuk kaya bisa beli mobil," terangnya.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help