Dalam Waktu Satu Bulan, Polres Tangsel Tangkap 12 Pengedar Narkoba

Sebanyak 12 tersangka itu merupakan hasil pengungkapan aparat Polres Tangsel, dan dua di antaranya diungkap oleh aparat Polsek Ciputat.

Dalam Waktu Satu Bulan, Polres Tangsel Tangkap 12 Pengedar Narkoba
TribunJakarta
Wakapolres, Kompol Arman dan Kasat Narkoba, AKP Wahyu Putranto, memimpin ekspos kasus narkoba di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (14/9/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Polres Tangerang Selatan (Tangsel) gelar ekspos penangkapan pengedar narkoba di wilayahnya sebanyak 12 orang, hanya dalam kurun waktu sekira satu bulan dari Agustus hingga September 2018.

Wakapolres, Kompol Arman dan Kasat Narkoba, AKP Wahyu Putranto, memimpin ekspos tersebut di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (14/9/2018)

Sebanyak 12 tersangka itu merupakan hasil pengungkapan aparat Polres Tangsel, dan dua di antaranya diungkap oleh aparat Polsek Ciputat.

Ke-10 tersangka yang diamankan Polres Tangsel adalah MHS (24), SF (31), SI (28), S (32), P (25), R (26), W (26), N (36), S (26), BA (22).

Sedangkan dua tersangka yang ditangkap aparat Polsek Ciputat adalah MR (23) dan DRP (21).

Yuk Intip Perbedaan Kepribadian dan Karakteristikmu Berdasarkan Tipe Golongan Darah

Ada Penambahan Bus TransJakarta, Sopir M44 Protes

Dari 12 tersangka pengedar itu, berhasil diamankan 139 gram sabu dan 7,6 kilogram ganja.

Jika dirupiahkan dengan harga pasaran barang terlarang itu; sabu 1,5 juta rupiah per gram dan ganja lima lima ribu rupiah per gram, barang sitaan dari penangkapan itu mencapai hampir 250 juta rupiah.

Kompol Arman mengatakan jika barang terlarang itu sampai beredar, hal tersebut berpotensi merusak 3000-an orang.

"Apa bila BB tersebut beredar maka berpotensi merusak 3.942 orang penyalahguna narkoba," ujarnya.

Belasan pengedar itu pun dijerat pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2), 111 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia (RI) nomor 35 tahun 2009.

"Ancaman hukumannya minimal lima tahun maksimal hukuman mati dan seumur hidup. Denda satu sampai 10 miliar," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved