Diduga Korupsi Rp 10,7 Miliar, Pengacara Nur Mahmudi: Tidak Ada Pihak Lain Terlibat

Iim yang dicecar pertanyaan wartawan berulang kali tentang keterlibatan DPRD dan Dinas menyatakan tak ada pihak lain yang terlibat.

Diduga Korupsi Rp 10,7 Miliar, Pengacara Nur Mahmudi: Tidak Ada Pihak Lain Terlibat
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tersangka korupsi pembebasan lahan Jalan Nangka Nur Mahmudi Ismail di Mapolresta Depok, Kamis (13/9/2018).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Pengacara Nur Mahmudi Ismail, Iim Abdul Halim mengatakan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam penetapan kliennya sebagai tersangka korupsi pembebasan lahan Jalan Nangka.

Termasuk DPRD, Dishub, dan Dinas PUPR Kota Depok yang terlibat dalam proses penganggaran dan pelaksanaan pembebasan lahan Jalan Nangka tahap satu.

Meski polisi menyebut kliennya dan bekas Sekda Depok Harry Prihanto merugikan negara hingga Rp 10,7 miliar.

Iim yang dicecar pertanyaan wartawan berulang kali tentang keterlibatan DPRD dan Dinas menyatakan tak ada pihak lain yang terlibat.

"Enggak ada pihak lain yang terlibat, sampai sekarang enggak ada," kata Iim kepada wartawan di Mapolresta Depok, Kamis (13/9/2018).

Pernyataan tersebut berbeda dengan yang pernah disampaikan Iim kepada wartawan soal keterlibatan pihak lain.

Pria yang pernah menjadi pengacara Nur Mahmudi di kasus berbeda pernah mengatakan bahwa DPRD Depok mengetahui penganggaran pembebasan lahan Jalan Nangka.

Ia juga pernah menyebut koordinasi antara Dinas PUPR dan Dishub Depok buruk sehingga memiliki andil membuat kliennya berstatus tersangka.

Terkait hal ini Iim mengatakan adanya perbedaan persepsi antara wartawan yang memberitakan pernyataan Iim.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help