Djoko Santoso Tegaskan Prabowo Pemimpin yang Pancasilais

Dikatakan Djoko Santoso, saat ini Indonesia tengah mengalami VOC-nisasi, seperti saat zaman penjajahan Belanda dulu

Djoko Santoso Tegaskan Prabowo Pemimpin yang Pancasilais
(TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa)
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto berdiskusi dengan sejumlah awak media Group Kompas Gramedia di Kantor Redaksi Kompas TV, Jakarta. Kamis (24/10/2013) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Bakal ketua tim sukses (Timses) pasangan Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso menyebut Prabowo sebagai pemimpin pancasilais.

"Saat ini Indonesia butuh pemimpin pancasilais, yaitu pemimpin yang jujur, tidak boleh berbohong, tidak boleh menipu, dan juga bisa diandalkan," ujarnya di kediamanya yang terletak di Jalan Bambu Apus No 100, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2018).

"Itu semua ada di dalam diri Pak Prabowo," tambahnya.

Dikatakan Djoko Santoso, saat ini Indonesia tengah mengalami VOC-nisasi, seperti saat zaman penjajahan Belanda dulu.

"Zaman dulu VOC merupakan perusahaan dagang, kita kalah dari mereka dan kemudian dijajah hingga 3,5 abad, kenapa begitu? Karena karakter orang Indonesia ini memang perlu ditingkatkan," ucapnya.

Erick Thohir Nangis saat Tahu Sandiaga Uno Dipilih Jadi Cawapres

Sandiaga Bangga OK OCE 51 Ribu Lebih Pendaftar, Politikus NasDem: Baru 1000 yang Dapat Modal

Menurutnya, kondisi ini terjadi akibat konsep bernegara yang telah dirusak oleh rezim musuh sehingga diperlukan penyempurnaan konstruksi konstitusi yang salah satu caranya ialah dengan memilih pemimpin yang pancasilais.

"Semua ini terjadi karena UUD kita, pertahanan konsepsi bernegara kita telah dijebol musuh, kita harus merekonstruksi konstitusi kita, kita sempurnakan dengan memilih pemimpin pancasilais," ucapnya.

Oleh karenanya, ia menerangkan, saat ini Indonesia butuh pemimpin yang mampu menginspirasi bangsa untuk bangkit dan keluar dari jeratan kapitalisme.

"Karena kita memakai sistem demokrasi berarti kita harus masuk ke dalam politik praktis, kalau kita salah memilih pemimpin bisa bahaya, Jokowi sudah empat tahun lebih di demo terus, sudah capek, Prabowo belum pernah dicoba," kata dia.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved