Pilpres 2019

Jelang Ijtima Ulama Jilid II, Andi Arief Buka Suara Terkait Sikap Ulama yang Tak Mendukung AHY

Wasekjen Partai Demokrat menjelaskan pihaknya tak bermasalah dengan ijtima ulama yang tak pernah mendukung AHY.

Jelang Ijtima Ulama Jilid II, Andi Arief Buka Suara Terkait Sikap Ulama yang Tak Mendukung AHY
TRIBUNJATENG.COM
Andi Arief 

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief buka suara terkait sikap partainya soal ijtima ulama yang tak pernah mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Andi Arief mengunggah sejumlah pernyataan terkait dukungan ijtima' ulama di akun Twitternya, @AndiArief__, Jumat (14/9/2018).

Dalam kultwit itu awalnya Andi Arief menyebutkan prinsipnya, bahwa Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno adalah superstar dari koalisi Partai Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS.

Di luar empat partai tersebut, lanjut Andi Arief, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berhak mendapatkan dukungan dari partai-partai lain.

Ia bahkan menyebut partai-partai koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin ada yang secara sembunyi-sembunyi mendukung Prabowo-Sandiaga karena alasan elektoral legislatif.

"1. Ada yg bertanya sikap demokrat soal dukungan ijtima' ulama dua pada Prabowo sandi. Prinsipnya Pak Prabowo Sandi itu superstarnya koalisi Gerindra demokrat PAN dan PKS. Mereka berdua berhak dan wajib mendapat dukungan dari empat partai ini," tulis Andi Arief.

"2. Di luar 4 partai ini Prabowo sandi berhak dapat sukungan partai2 lain miaalnya saya dengar partai2 koalisi Jokowi juga ada yang aecara sembunyi2 dukung, karena alasan elektoral legislatif. Sebagian kader partai sebelah kesulitan di beberapa daerah untuk dukung Jokowi," sambungnya.

Selain dukungan partai, ia menjelaskan, Prabowo-Sandiaga berhak juga mendapatkan dukungan segmen dan sektoral masyarakat.

Ia memberi contoh seperti ijtima ulama, serikat buruh ataupun gerakan 2019 Ganti Presiden.

"3.Prabowo Sandi juga memiliki hak mendapat dukungan segmen dan sektoral masyarakat kita yang lain, termasuk di dalamnya ijtima ulama, organ2 serikat buruh, maupun gerakan 2019 ganti Presiden," tulisnya.

Setelah Polemik Sebutan Jenderal Kardus, Prabowo Subianto Senyum dan Peluk Andi Arief

SBY Angkat Bicara, Sejarah Nama Bandara Lombok, Hingga Andi Arief Tuding Jokowi Tak Punya Malu

Andi Arief Sebut Artikel Konspirasi Kejahatan Era SBY Hoaks, Sri Mulyani Diminta Segera Lakukan Ini

Halaman
1234
Penulis: Erlina Fury Santika
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved