Komentari Pengungsi di Eropa, Dalai Lama Mendapat Kecaman

Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama mendapat kecaman setelah mengomentari pengungsi di Eropa.

Komentari Pengungsi di Eropa, Dalai Lama Mendapat Kecaman
Kompas.Com
Dalai Lama 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama mendapat kecaman setelah mengomentari pengungsi di Eropa.

Diwartakan The Independent Jumat (14/9/2018), saat itu Dalai Lama Ke-14 itu sedang berpidato di sebuah konferensi di Malmo, Swedia, rumah bagi sejumlah besar imigran.

Saat itu, pemimpin keagamaan bernama asli Lhamo Thondup tersebut berujar bahwa para pengungsi haruslah diterima, dibantu, dan mendapat pendidikan layak.

"Namun, seharusnya mereka kembali dan mengembangkan negara asal mereka sendiri. Saya pikir Eropa seharusnya milik orang Eropa," kata Dalai Lama.

Pemimpin 83 tahun itu juga menuturkan, Eropa bertanggung jawab secara moral untuk membantu para pengungsi yang terancam bahaya.

Ucapan Dalai Lama itu langsung menuai kecaman netizen di Twitter.

BTS Ditargetkan Masuk Pasar Eropa, Big Hit Entertainment Kerja Sama dengan Agensi Rihanna

Atletico Madrid Juara Piala Super Eropa 2018, Rebut Gelar Los Galacticos dari Real Madrid

Salah satunya datang dari akun bernama Younis A Bhat.

Dia berkicau di mana Dalai Lama ketika negara-negara Eropa menyerang dan membombardir negara asal pengungsi tersebut.

"Dasar hipokrit dan penjilat," kecam Younis.

"Dalai Lama adalah seorang fanatik utama," kata akun lain bernama Sabina Basha.

Dalai Lama pernah membuat komentar kontroversial serupa ketika diwawancarai harian Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung pada 2016.

Juara Piala Super Eropa: Atletico Butuh Waktu 120 Menit Kalahkan Real Madrid, Costa Ciptakan Sejarah

4 Kota di Eropa Jadi Destinasi Bulan Madu Tasya Kamila Bersama Randi Bachtiar

Saat itu, Dalai Lama menyatakan bahwa Eropa sudah terlalu penuh oleh pengungsi.

"Eropa, contohnya Jerman, tak bisa menjadi negara Aran," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Karena Ucapannya Ini, Dalai Lama Menuai Kecaman"

Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved