Penjelasan Grab Soal Fitur Anti Tuyul yang Ditolak Mitra Pengemudi

"Grab melakukan pengecekan dokumen-dokumen (KTP, SIM, STNK dan SKCK) secara fisik dan menemui calon mitra pengemudi secara langsung," ujar Ridzki.

Penjelasan Grab Soal Fitur Anti Tuyul yang Ditolak Mitra Pengemudi
Kolase TribunJakarta.com
Ilustrasi Grab 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, KUNINGAN - Aliansi Nasional Driver Online (Aliando) meminta Grab Indonesia untuk memberhentikan sementara fitur 'Anti Tuyul' yang diluncurkan pada awal Agustus lalu.

Koordinator Aliando April Baja mengatakan fitur tersebut boleh dilanjutkan setelah open suspen kepada pengemudi yang diblokir secara tidak adil dilakukan.

"Jadi saat ini banyak yang karena di suspen akhirnya mereka beli (akun) punya pengemudi lainya yang sudah tidak aktif," kata Baja di Lippo Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (13/9/2018).

Baja pun mengaku tidak setuju dengan adanya tindakan seperti itu, namun masalah ekonomi saat ini yang mendorong pengemudi terpaksa melakukan hal tersebut.

"Kita juga sama udah enggak suka jalan pakai akun orang di komplain. Terus-terusan kayak gitu buat apa. Ya karena memang yang tidak aktif dibeli untuk menggantikan akun utama driver online yang kena suspend. Karena kan cicilan mobil, biaya hidup dan lain-lain terus berjalan," kata Baja.

"Kalau jual akun ini merajalela untuk menggantikan akun aslinya si driver online betapa tidak amannya penumpang yang dibawa karena tidak ada yang dipertanggungjawabkan," lanjutnya.

Oleh karena itu Aliando mendesak pihak Grab untuk melakukan open suspen sehingga praktik tersebut dapat diminimalisir.

Menanggapi aksi unjuk rasa Aliando di depan Kantor Grab Indonesia, Managing Director Garab Indonesia Ridzki Kramadibrata menjelaskan fitur tersebut muncul berdasarkan masukan dari mitra pengemudi yang jujur.

"Beberapa fitur canggih tersebut diantaranya adalah fitur Anti Tuyul dan fitur ‘Selfie Authentication’ yang diharapkan dapat turut memberantas pihak-pihak yang diduga melakukan peminjaman atau bahkan melakukan jual beli akun mitra pengemudi secara ilegal," kata Ridzki dalam keterangan resminya, Kamis (13/9/2018).

Halaman
12
Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved