Sandiaga Bangga OK OCE 51 Ribu Lebih Pendaftar, Politikus NasDem: Baru 1000 yang Dapat Modal

Setelah merintis di DKI Jakarta dan berkembang jumlah peminatnya, Sandiaga Uno ingin menasionalkan program OK OCE. Ada saja kritik mendekat.

Sandiaga Bangga OK OCE 51 Ribu Lebih Pendaftar, Politikus NasDem: Baru 1000 yang Dapat Modal
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Sandiaga Uno di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (11/9/2018). 

Terkait soal para pendaftar harus mendapat jaminan modal, Sandiaga melimpahkannya ke Pemprov DKI Jakarta.

 "Sekarang sudah tembus angka 51.000 belum 1 tahun, berarti ini diminati masyarakat dan justru tantangan dan peluang buat Pemprov yang sekarang menjalankan OK OCE adalah bagaimana yang mendaftar itu diberikan pelatihan, pendampingan, diberikan kemudahan perizinan," ujar dia.

Bukan zamannya lagi kasih janji

Bestari juga mengkritik hadiah umrah yang rencananya akan diberikan kepada pendaftar OK OCE, sewaktu Sandiaga masih menjabat wakil gubernur DKI Jakarta.

"Tidak mendidik mengiming-imingi pendaftar OK OCE dengan umrah. Seharusnya Pemprov harus membuat para pendaftar itu mampu umroh dengan uang sendiri, artinya menjadi sukses," ujar Bestari.

Bestari menilai seharusnya Pemprov DKI fokus mengupayakan modal bagi peserta OK OCE. Keberhasilan OK OCE bukan terletak pada banyaknya jumlah pendaftar melainkan jumlah yang mendapat izin.

Anggota DPRD DKI Jakarta Bestari Barus berjalan usai diperiksa KPK, Jala Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/4/2016). Bestari Barus diperiksa kurang lebih enam jam sebagai saksi terkait kasus pembahasan raperda tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil provinsi DKI Jakarta tahun 2015-2035 dan raperda tentang rencana tata ruang kawasan strategis Pantai Utara Jakarta.
Anggota DPRD DKI Jakarta Bestari Barus berjalan usai diperiksa KPK, Jala Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/4/2016). Bestari Barus diperiksa kurang lebih enam jam sebagai saksi terkait kasus pembahasan raperda tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil provinsi DKI Jakarta tahun 2015-2035 dan raperda tentang rencana tata ruang kawasan strategis Pantai Utara Jakarta. (WARTA KOTA/Henry Lopulalan)

"Janji-janji seperti itu tidak jamannya lagi dan membawa janji-janji itu ke tingkat lebih tinggi itu pembodohan bagi masyarakat. Sebaik-baiknya umroh adalah ketika dia sudah berhasil, bukan dikasih begitu," imbuh dia. 

Saat masih menjabat sebagai wakil gubernur, Sandiaga pernah menjanjikan hadiah pergi ke luar negeri bagi pendaftar OK OCE yang ke-40.000.

Sandiaga akan memberangkatkan pendaftar ke-40.000 ke Mekkah untuk umrah jika dia Muslim, pergi ke Yerusalem jika dia Kristen, atau tempat suci lain yang sesuai agama si pendaftar jika dia bukan bukan Muslim atau Kristen.

Bikin bingung

Usaha Sandiaga mengangkat program OK OCE sampai tingkat nasional membingungkan Bestari, politikus Partai NasDem.

Ia menilai keberhasilan program OK OCE di Jakarta dalam satu tahun ini belum signifikan.

"Di tingkat DKI saja begini, kalau tingkat nasional bagaimana? Orang-orang itu kalau saya ketemu pada mengeluh, 'ah OK OCE apa'," ujar Bestari.

Menurut Bestari, jumlah sekitar 1000 orang yang mendapatkan modal masih begitu jauh dari target 40.000 wirausahawan per tahun.

Dia menilai OK OCE belum berhasil di Jakarta dan sulit berhasil di skala nasional.

Bakal Calon Wakil Gubernur Sandiaga Uno usai mengukuhkan mahasiswa baru Universitas Dharma Persada (Unsada), Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2018).
Bakal Calon Wakil Gubernur Sandiaga Uno usai mengukuhkan mahasiswa baru Universitas Dharma Persada (Unsada), Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2018). (TribunJakarta/Nawir Arsyad Akbar)

Saat ini saja Dinas Koperasi UMKM DKI Jakarta sedang menjajaki kerja sama dengan pemerintah pusat.

Dinas KUMKM ingin menggunakan program dana bergulir Kementerian KUMKM untuk membantu modal peserta OK OCE.

Sebab, proses pengajuan modal di Bank DKI lebih sulit karena harus mengikuti sistem perbankan. Bestari mendukung cara-cara yang dilakukan untuk mewujudkan modal itu.

Sejumlah gerai tutup

Sejumlah gerai OK OCE Mart di Jakarta menutup operasionalnya karena beberapa hal. Satu di antaranya gerai di Jalan Warung Jati Barat, Jakarta Selatan.

Calon wakil presiden Sandiaga Uno menyebut tutupnya sejumlah gerai OK OCE Mart dipicu keadaan ekonomi yang sedang menurun.

"Sekarang kan keadaan ekonomi turun, omzet mereka juga turun, jadi mereka sekarang lagi mencari lokasi lain," ujar Sandiaga kepada wartawan di Duren Sawit, Rabu (6/9/2018).

Ia menyebut tutupnya sejumlah gerai OK OCE Mart hal wajar dalam dunia bisnis.

Ia menjelaskan, tutupnya OK OCE Mart di Kalibata karena harga sewa lahan cukup tinggi, pemiliknya kini berencana mencari tempat lain.

"Saya selalu ingatkan bisnis itu naik turun, nah OKE OCE Mart yang di Kalibata ini mereka awalnya tidak menyewa dan sekarang ini harus menyewa lahan, dan menyewa lahan itu berat, jadi enggak tutup mereka mau pindah," ujar Sandiaga.

Gerai OK OCE Mart di Jalan Warung Jati Barat dan Jalan Cikajang, Jakarta Selatan, tutup setelah kontrak ruko berakhir 1 September 2018. (TribunJakarta.com/Kompas.com)

Penulis: yogi gustaman
Editor: Muhammad Zulfikar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved