Kerap Adakan Pameran di Hotel, Pedagang Keramik Ini Nyaris Jadi Korban 2 Teror Bom di Jakarta

Tampak porselen-porselen milik Elik (45) terpajang di pinggir jalan Pangeran Antasari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kerap Adakan Pameran di Hotel, Pedagang Keramik Ini Nyaris Jadi Korban 2 Teror Bom di Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Penjual porselen Elik (45) di Jalan Pangeran Antasari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (16/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Tampak porselen-porselen milik Elik (45) terpajang di pinggir jalan Pangeran Antasari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ia telah bertahun-tahun berjualan keramik meneruskan jejak ayahnya.

Namun, keuntungannya kini tak menentu ketimbang saat dulu ia pertama kali menjual keramik.

Apalagi, ketika dirinya memamerkan keramiknya berkeliling dari hotel ke hotel di Jakarta.

"Dulu banyak yang beli karena saya mainnya ke pameran di hotel-hotel. Tapi sekarang udah enggak pernah kesana sekarang jualan di pinggir jalan," ujarnya kepada TribunJakarta.com, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (16/9/2018).

Bahkan, dalam sehari pameran di hotel, ia paling tidak mendapatkan 2 juta rupiah.

"Paling enggak 2 juta rupiah di kantong dalam sehari. Tapi bisa lebih. Saya pameran sebulan bisa 4 kali. Kalau sekarang mah sukar enggak tentu saya enggak bisa mastiin," tuturnya.

Pasalnya, Elik tak lagi memamerkan keramiknya di hotel sejak peristiwa bom yang terjadi di Jakarta.

"Untungnya saya enggak lagi ada pameran ketika ledakan bom yang terjadi di JW Marriot tahun 2003 silam, saya lagi enggak pameran disana. Biasanya sering pameran di hotel itu yang beli orang-orang bule," kenang pria yang membeli barang dari Batam.

Halaman
12
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help