Modal Kunci Letter T, Empat Remaja di Depok Dicokok Polisi karena Mencuri Sepeda Motor

Lima sepeda motor itu yakni Kawasaki Ninka tanpa pelat nomor warna hitam kuning, Honda Vario berpelat F 2199 JL, Honda Scoopy tanpa pelat nomor.

Modal Kunci Letter T, Empat Remaja di Depok Dicokok Polisi karena Mencuri Sepeda Motor
Google
Ilustrasi Aksi Pencurian Motor 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, BOJONG GEDE - Kawanan maling motor yang kerap beraksi di Kawasan Bojong Gede, Depok dicokok Unit Reskrim Polsek Bojong Gede pada Sabtu (16/9/2018).

Kapolsek Bojong Gede Kompol Agus Koster Sinaga mengatakan empat pelaku yang masih berusia belasan itu terbilang lihai dalam beraksi.

Pasalnya, dari BFA (19), FMY (17), SBT (16), dan EA (17) diamankan lima unit sepeda motor yang disimpan di satu tempat penyimpanan kawasan Bojong Gede.

"Ada lima sepeda motor yang diamankan dan diduga hasil curian tersangka. Selain lima sepeda motor, diamankan juga empat buah kunci leter T, lima buah buah mata kunci leter T, dan satu buah kunci variasi," kata Sinaga di Bojong Gede, Minggu (16/9/2018).

Lima sepeda motor itu yakni Kawasaki Ninka tanpa pelat nomor warna hitam kuning, Honda Vario berpelat F 2199 JL, Honda Scoopy tanpa pelat nomor.

Honda Beat Pop berpelat B 6343 VOP, Honda Scoopy warna hitam putih tanpa pelat nomor, dan Honda Beat berpelat B 3667 SSC.

Penangkapan mereka berawal saat anggota Reskrim Polsek Bojong Gede mendapatkan informasi tentang keberadaan keempat pelaku yang saling mengenal.

Setelah melakukan penyelidikan, keempat pelaku yang tidak memberikan perawatan ini diciduk di kediamannya kawasan Desa Sasak Panjang, Tajur Halang, Kabupaten Bogor.

"Saat anggota Reskrim Polsek Bojong Gede sedang melaksanakan Observasi Wilayah mendapatkan informasi tentang adanya pelaku yang diduga telah melakukan pencurian sepeda motor. Dari hasil penyelidikan itu kita amankan tersangka dan barang bukti," ujarnya.

Empat remaja itu kini mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Bojong Gede guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hal ini dilakukan untuk mencari tahu sejak kapan pelaku beraksi, berapa kali, dan kemana motor hasil curian mereka dijual.

Sinaga menuturkan mereka dijerat pasal 363 tentang Pencurian dan Pemberatan dengan ancaman hukuman hukuman sembilan tahun penjara.

"Tersangka dijerat pasal 363 tentang Pencurian dan Pemberatan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara," tuturnya. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help