Pengamat Kota Bekasi : Istilah Revitalisasi Kurang Tepat Untuk Kalimalang

Ali menjelaskan, revitalisasi adalah menghidupkan kembali atau memperbaiki sungai yang awalnya tercemar menjadi sungai yang bersih.

Pengamat Kota Bekasi : Istilah Revitalisasi Kurang Tepat Untuk Kalimalang
Instagram @ridwankamil
Foto unggahan Gubernur Jabar Ridwan Kamil terkait revitalisasi Kalimalang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Pengamat Kota Bekasi, Ali Anwar menilai, istilah revitalisasi kurang tepat jika digunakan untuk Kalimalang. Hal itu merujuk pada rencana yang akan dilakukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Beberapa waktu lalu, Ridwan Kamil mengungkapkan rencana revitalisasi Kalimalang yang ada di Kota Bekasi, Hal itu ia sampai dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @ridwankamil.

Bahkan pria yang akrab disapa Kang Emil itu berencana menyulap Kalimalang seperti sungai Cheonggyecheon, di Seoul, Korea Selatan.

"Kalau Kalimalang sudah di revitalisasi dan sudah baik, jadi yang lebih pantas istilahnya bukan revitalisasi tetepi lebih tepat disebut beutifikasi alias mempercantik, dibuat lebih indah," kata Ali kepada TribunJakarta.com, Minggu, (16/9/2018).

Dia menjelaskan, revitalisasi adalah menghidupkan kembali atau memperbaiki sungai yang awalnya tercemar menjadi sungai yang bersih.

Di jaman pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kata Ali, Kalimalang sudah sempat direvitalisasi dengan pembangunan shipon di persimpangan aliran air agar tidak tercampur dengan aliran Kali Bekasi.

"Kalimalang sudah baik sejak dulu, bahkan sudah makin baik saat diturap di era SBY," ucap Ali.

Revitalisasi menurut Ali dilakukan di Kali Bekasi atau Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang saat ini kondisinya tercemar limbah domestik dan industri.

"Merevitalisasi sungai-sungai yang sudah tercemar limbah, langkah awalnya menghukum pemilik perusahaan yang membuang limbah secara ilegal dan merusak lingkungan," jelas dia.

Namun demikian, ia tetap mendukung rencana Ridwan Kamil yang ingin membangun ikon baru di Kota Bekasi dengan memperindah Kalimalang.

"Memperindah penting karena berkaitan dengan estetika dan seni yang membuat warga bahagia, tapi jangan dengan istilah revitalisasi Kalimalang yang sudah direvitalisasi, buat saja istilah memperindah atau mempercantik Kalimalang," papar Ali.

Sambil Berderai Air Mata, Rizki Febian Memohon dan Cium Kaki Lina Untuk Kembali Bersama Sule

Sel Setya Novanto Bak Hotel, Berukuran Besar Hingga Airlangga Minta Jangan Diramatisir

Ramalan Zodiak Hari Ini, Minggu 16 September 2018: Scorpio Jangan Buang-buang Waktu Ya

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved