Pokja Situ Pengasinan Gunakan Dana Swadaya Unttuk Beli Sepeda Air dan Perahu Rakit

Dari hanya dua wahana sepeda rakit, mereka memilih menggalang dana secara swadaya untuk membeli sepeda air dibanding meminta bantuan investor.

Pokja Situ Pengasinan Gunakan Dana Swadaya Unttuk Beli Sepeda Air dan Perahu Rakit
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 
Pengunjung Situ Pengasinan, Sawangan, Depok, Minggu (16/9/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWANGAN - Meski wahana sepeda air dan perahu rakit kondang di kalangan pengunjung Situ Pengasinan, Kelompok Kerja (Pokja) Situ Pengasinan menolak sumbangan wahana itu selain dari Pemkot Depok.

Dari hanya dua wahana sepeda rakit, mereka memilih menggalang dana secara swadaya untuk membeli sepeda air dibanding meminta bantuan investor.

Hal ini disampaikan satu anggota Pokja Situ Pengasinan, Naman Jojon yang termasuk penggagas Situ Pengasinan jadi tempat wisata murah bagi masyarakat.

"Waktu tahun 2007 awal jadi tempat wisata kita cuman ada dua sepeda air, belinya hasil swadaya warga. Memang ada seorang warga yang mampu untuk ngasih, tapi kita enggak mau. Lebih baik beli dari hasil patungan," kata Jojon di Sawangan, Depok, Minggu (16/9/2018).

Di tahun 2006, Pokja Situ Pengasinan yang beranggotakan 20 orang membeli dua unit sepeda air untuk sebagai penunjang tempat wisata.

Satu unit sepeda air berbentuk bebek dibeli seharga Rp10 juta dengan yang akhirnya menuai untung untuk biaya perawatan Situ Pengasinan.

Menurutnya, menggunakan dana swadaya membuat warga yang tergabung dalam Pokja Situ Pengasinan merasa memiliki dan ingin merawat situ.

Hal ini juga mencegah adanya rasa egois dari pihak yang memberikan bantuan sepeda rakit atau perahu rakit kepada Pokja Situ Pengasinan.

"Kalau patungan kan semuanya jadi merasa memiliki dan ingin merawat, bedalah rasanya sama dikasih. Kalau dikasih takutnya nanti ada rasa egois dari pihak yang ngasih. Ntar kalau rusak juga warga milih biarin aja karena bukan duit mereka," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved