Temuan Sel Mewah Novanto, Bukti Pembenahan Lapas Belum Serius dan Politik Kalahkan Hukum

Kondisi yang terjadi di Lapas Sukamiskin itu seharusnya jadi pertanyaan besar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan Menteri Hukum dan HAM.

Temuan Sel Mewah Novanto, Bukti Pembenahan Lapas Belum Serius dan Politik Kalahkan Hukum
ISTIMEWA/Kolase Youtube Najwa Shihab/Dokumentasi Ombudsman
Sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch Donal Fariz, menilai pemerintah belum serius memberikan efek jera kepada para koruptor.

Menurutnya, terungkapnya sel mewah Mantan Ketua DPR RI Setyo Novanto setelah sidak yang dilakukan Ombudsman RI adalah bukti tak seriusnya pemerintah.

“Ini sebenarnya tidak pernah menjadi pemikiran serius pihak pengadilan, maupun Kemenkum HAM. Kalau saja ini tidak ada perilaku pengistimewaan, khususnya muncul dari pihak lapas ini nggak akan mungkin terjadi. Ini terjadi karena adanya kondisi-kondisi karena memang adanya upaya, sikap, kompromi dugaan kongkalikong Setya Novanto dengan oknum tertentu. Ini rahasia umum kan,” ujar  saat dikonfirmasi, Minggu (16/9/2018).

Menurutnya, fasilitas lapas untuk para koruptor butuh perbaikan serius dalam hal manajemennya.

Dirinya mengatakan, jangan sampai terjadi ketidakadilan antara kejahatan korupsi dengan kejahatan lainnya seperti maling, perampok, atau kejahatan teroris.

“Lapas butuh pembenahan serius dari segi manajemen fasilitas. Masak iya ada perbedaan langit-bumi, di kasus kejahatan lain, orang berdesak-desakan ingin tidur. Ini problem masif, nggak hanya Sukamiskin, tapi di banyak lapas masih seperti itu. Menkum HAM harus cepat menangani perkara itu dan melakukan penegasan, penindakan terhadap orang yang memberikan fasilitas tersebut,” kata Donal.

Sementara itu, pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menilai, temuan Ombudsman membuktikan bahwa hukum kalah oleh power politik.

Apalagi, mantan Ketua DPR RI itu diduga mendapatkan fasilitas bukan pada umumnya.

"Secara hukum di tahan secara politis dia berkeliaran ada apa? Karena hukum kita kalah sama politik," katanya.

Menurutnya, kondisi yang terjadi di Lapas Sukamiskin itu seharusnya jadi pertanyaan besar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan Menteri Hukum dan HAM.

Halaman
1234
Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: Wahyu Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved