Tak Punya Kaki dan Tangan Sempurna, Setiap Hari Deni dan Kodir Jualan Rokok dari Cakung ke Semanggi

Kodir mengaku menerima takdir memiliki anak seperti Deni. "Tapi saya terima apa adanya. Cacat awalnya kaget kemudian saya istigfar," katanya.

Tak Punya Kaki dan Tangan Sempurna, Setiap Hari Deni dan Kodir Jualan Rokok dari Cakung ke Semanggi
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Penjual rokok Kodir dan anaknya Deni yang didorong dengan troli pada Rabu (19/9/2018) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Tidak ada yang mau lahir dengan kondisi tubuh tidak sempurna.

Namun bagi Kodir, dirinya ikhlas merawat anak kandungnya Deni, yang terlahir tanpa kaki dan kedua tangan normal seperti orang-orang pada umumnya.

Kodir juga tak patah arang untuk terus berjuang bersama Deni mencari rezeki.

Ditemui TribunJakarta.com di Jalan Gatot Subroto saat malam yang dipenuhi keremangan lampu kota, Kodir mengisahkan hidupnya bersama Deni mengarungi jalanan Ibukota.

"Saya mulai mengajak Deni ke Jakarta itu di tahun 98. Ketika usianya 4 tahun. Saya dan dia enggak tahu sebenarnya mau ngapain saat datang dari kampung," katanya kepada wartawan TribunJakarta.com di Pancoran, Rabu (19/9/2018).

Akhirnya sejak tahun 98, ia memutuskan untuk menjadi seorang penjual rokok.

"Sejak tahun 98 saya begini aja setiap hari, jajakan rokok sambil tarik anak saya di troli kayu. Jakarta sudah semuanya saya jajal bersama Deni," kata pria yang berasal dari Ciamis itu.

Pada awal Deni dilahirkan, banyak orang tersentak kaget.

Bahkan cercaan juga datang dari keluarganya sendiri.

Halaman
12
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help