TKA Asing Ukur Tanah di Bekasi, Menaker Imbau Pihak Kereta Cepat Jakarta Bandung Bangun Komunikasi

Secara keseluruhan aktivitas TKA yang sempat viral di media sosial ketika tengah melakukan aktivitas pengukuran tanah di Bekasi tidak ada yang salah.

TKA Asing Ukur Tanah di Bekasi, Menaker Imbau Pihak Kereta Cepat Jakarta Bandung Bangun Komunikasi
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Menaker Hanif Dhakiri saat menghadiri Jobfair di BBPLK Cevest Bekasi, Rabu (19/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengimbau kepada pihak penyelenggara Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, untuk membangun komunikasi secara intensif kepada kepala daerah yang wilayahnya dilintasi jalur kereta.

Hal itu menyusul, adanya video yang sempat viral beberapa hari ini, di media sosial sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) melakukan pengukuran tanah di Kampung Jati bantaran Kalimalang, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

"Secara umum, proyek ini agar pihak KA Cepat memberikan informasi kepada kepala daerah di jalur jalur yg memang dilalui, agar kemduian diteruskan ke kepala desa dan ketua RT jadi dapat informasi itu, agar tidak terjadi kesalahpahaman," kata Hanif, di Bekasi, Rabu (19/8/2018).

Peristiwa di Bekasi itu kata Hanif, terjadi karena kesalahpahaman, dimana ketua RT setempat merasa perlu tahu perihal kegiatan pengukuran tanah yang dilakukan sejumlah pekerja konstruksi termasuk TKA itu.

"Informasi pula, lokasi kejadian dalam proses pembebasan lahan namun warga belum menerima ganti rugi lahan dan itu sangat sentitif dan itu temuan kita yang dilaporkan jajaran saya," ungkap Hanif.

Secara keseluruhan aktivitas TKA yang sempat viral di media sosial ketika tengah melakukan aktivitas pengukuran tanah di Bekasi tidak ada yang salah.

Hanif menambahkan, TKA tersebut merupakan tenaga ahli dibidang ahli geologis enginer, geodetik enginer survei enginer.

Mereka saat itu ditugaskan untuk melakukan pengukuran lahan proyek untuk menentukan kekuatan pondasi konstruksi jalur kereta api cepat.

"Ini jabatan TKA yang profesional dan sesuai izin yg diterbitkan. Tidak ada masalah sesuai aturan," jelas dia.

Dia juga menegaskan masyarakat bisa tenang dan jangan mau di provokasi dengan isu yang seolah dilebih-lebihkan.

"Pelacakan dokumen ini tidak menemukan adanya pelanggaran, itu legal punya izin. Perusahan bereskan soal soal seperti, masyarakat tenang dan tidak terprovokasi isu yg di lebih-lebihkan ini," tegas Hanif.

Link berita terkait

http://jakarta.tribunnews.com/2018/09/17/video-viral-tka-ukur-tanah-di-jatimulya-bekasi-ini-kesaksian-ketua-rt-setempat

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved