Jarak Lebih Pendek, Ini Alasan Fase II Proyek MRT Jakarta Lebih Mahal

"Anggaran yang sedang disiapkan berdasarkan feasibillity tadi dan itu sebesar Rp 22,5 triliun," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar.

Jarak Lebih Pendek, Ini Alasan Fase II Proyek MRT Jakarta Lebih Mahal
TRIBUNJAKARTA.COM/SUCI FEBRIASTUTI
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di UOB Plaza, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta fase II Budaran Hotel Indonesia (HI)-Kampung Bandan membutuhkan dana Rp 22,5 triliun.

Dana ini lebih besar dari fase I Lebak Bulus-Bundaran HI padahal jaraknya lebih dekat yaitu 8,3 kilometer dibandingkan fase I yang jaraknya 16 kilometer.

"Anggaran yang sedang disiapkan berdasarkan feasibillity tadi dan itu sebesar Rp 22,5 triliun," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di UOB Plaza, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018).

William mengatakan dana fase II lebih besar lantaran pengerjaannya secara teknis lebih sulit karena seluruhnya dilakukan di bawah tanah dan harus tetap menjaga fasilitas publik di atasnya.

"Kenapa dia lebih mahal karena tingkat kesulitannya secara teknis ini lebih tinggi. Seluruh 8,3 kilo meter di fase II ini sifatnya underground dan lebih dalam dari fase I dan kedalamannya mencapai 30 meter," kata William.

"Karena ada beberapa fasilitas publik penting seperti kawasan Monas, Kota Tua, dan Kali Ciliwung yang dilalui sepanjang Harmoni. Dan tingkat tanah juga lebih sulit karena ada laut di depannya. Sehingga ini membutuhkan tingkat yang lebih tinggi," lanjutnya.

William mengatakan fase II ini rencanaya akan dimulai pada Desember tahun ini.

Diresmikan Presiden Jokowi Besok, Gratis Satu Minggu Hingga Sederet Fakta Tol Depok-Antasari

Begini Komentar dan Gaya Jusuf Kalla Joget Bareng Cucunya di Tik Tok Viral di Media Sosial

"Ini sedang persiapan teknis, basic engineering design paket pertama sedang dilaksanakan. Kalau kita bisa mulai akhir tahun ini direncanakan tahun akhir 2024 beroperasi," katanya.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved