KPAD Kota Bekasi Prioritaskan Stabilisasi Mental Ibu yang Anaknya Jadi Korban Penganiayaan

Yang perlu kita tangani pertama juga kan salah satunya ibunya, kita perlu stabilkan dulu karena kan kondisinya campur aduk masih ada bingung, khawatir

KPAD Kota Bekasi Prioritaskan Stabilisasi Mental Ibu yang Anaknya Jadi Korban Penganiayaan
Kompas.com/shutterstock
Ilustrasi kekerasan anak 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi mengatakan pemulihan mental pada A, ibu kandung M menjadi prioritas.

M adalah bocah berumur lima tahun yang diduga menjadi korban penganiayaan.

Pokja Konseling KPAD Kota Bekasi Dian kusumawati mengatakan, pemulihan luka fisik M saat ini masih berjalan, selama proses pemulihan fisik dilakukan, KPAD fokus melakukan stabilisasi mental terhadap ibu kandung M.

"Yang perlu kita tangani pertama juga kan salah satunya ibunya, kita perlu stabilkan dulu karena kan kondisinya campur aduk masih ada bingung, khawatir. Jadi kita juga hormati proses ibunya untuk bisa pulih dulu, kalau ibunya sudah stabil kita bisa pelan-pelan ajak untuk bersama-sama menangani kasus ini juga," kata Diah, saat dijumpai di RS Awal Bros, Kamis (27/9/2018).

Pihaknya juga berkomitmen untuk mengusut kasus ini sampai tuntas, A saat ini memang belum bisa berbicara banyak terkiat peristiwa yang menimpa anaknya. 

"Kalau dari Kami tim KPAD kita fokus mengusut kasus ini sampai tuntas, kalau ibunya sudah stabil kita bisa pelan-pelan ajak untuk bersama-sama menangani kasus ini juga," jelas dia

1 Oktober 2018, Ribuan Masyarakat Lintas Agama Bakal Deklarasi Dukung Jokowi di Kemayoran

Nyamar Jadi Kernet Demi Tangkap Pelaku Pungli, Kapolsek Bantar Gebang Pernah Dapat Penghargaan Ini

Kerap Masuk Angin? Begini Cara Menyembuhkannya Tanpa Obat Kimia

Sebelumnya, M bocah asal Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi diduga mengalami penganiayaan pada Sabtu, 22 Sepetember 2018.

Kejadian diduga terjadi setelah A pergi bersama empat orang rekan laki-lakinya pada Jumat malam, (21/9), ke Jakarta. Sebelum pergi keempat rekan ibunya terlebih dahulu menitip motor di kediaman korban.

Namun ternyata keempat rekan A pulang lebih dulu dan mengambil motor di kediaman korban. Diduga satu dari empat rekan ibunya sempat masuk ke dalam rumah dan menyiksa M. 

Sampai saat ini, belum diketahui secara detail motif penganiayaan yang terjadi. Kasus tersebut sejauh ini masih dalam penanganan pihak Polres Metro Bekasi Kota. 

Polisi diketahui telah memeriksa enam orang saksi, diantaranya, A, tiga orang rekan A, dua orang petugas keamanan, serta satu orang asiten rumah tangga.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved