Maju Melalui PKPI, Ini Alasan Vera Angelina Berani Jadi Caleg di Usia 26 Tahun

Di usianya yang baru 26 tahun, Vera Angelina berani maju sebagai calon legislatif DPRD DKI Jakarta dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

Maju Melalui PKPI, Ini Alasan Vera Angelina Berani Jadi Caleg di Usia 26 Tahun
TribunJakarta/Elga Hikari Putra
Calon legislatif DPRD DKI Jakarta dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Vera Angelina. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Usia muda tak menjadi penghalang bagi Vera Angelina untuk terjun di dunia politik.

Di usianya yang baru 26 tahun, Vera Angelina berani maju sebagai calon legislatif DPRD DKI Jakarta dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Bertarung di daerah pemilihan (dapil) Jakarta 9 yang meliputi Kecamatan Cengkareng, Kalideres dan Tambora, Vera mengaku siap berkompetisi secara sehat dengan para caleg lainnya.

Pengalamannya yang terhitung ‎masih baru di kancah politik sama sekali tak membuatnya gentar.

Bagi dia, saat ini sudah waktunya generasi muda terlibat dalam urusan membangun negara. Hal itulah yang menjadi alasannya terjun ke dunia politik.

Karenanya, umur sama sekali bukan penghalang untuk ikut berpartisipasi memajukan negara dan bangsa melalui jalur legislatif.

Peserta Kampanye Damai Doa Bersama dan Penggalangan Dana untuk Korban Gempa

Peserta Kampanye Damai Doa Bersama dan Penggalangan Dana untuk Korban Gempa

Vicky Shu Minta Doa Restu Jadi Caleg Banyumas dan Cilacap, Buka Aspirasi Pakai Bahasa Ngapak

"Kita ini sudah harus regenerasi. Sekarang zaman milenial dan kita harus melihat ada potensi anak muda untuk bisa berpartisipasi di dalam politik," kata Vera kepada TribunJakarta.com usai acara komitmen kampanye damai di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Sabtu (29/9/2018).

Vera mengakui target pemilih utamanya adalah para generasi milenial yang seumuran dengannya.

Nantinya ia akan mengajak anak-anak muda untuk melek politik karena di tangan merekalah masa depan bangsa ini akan diberikan.

Karenanya, kampanye menggunakan media sosial akan menjadi salah satu strateginya menggaet suara milenial yang ada di dapilnya.

Ia akan melibatkan rekan-rekannya untuk membantunya menyampaikan visi misinya sebagai caleg melalui grup-grup di media sosial yang tentunya tanpa muatan politik SARA.

Meski begitu, ia tetap akan mendatangi secara door to door wilayah dapilnya untuk menyerap ‎aspirasi warga.

"Kampanye lebih banyak di medsos strateginya. Tapi tetap akan datang menemui warga juga," ujar lajang yang sebelumnya bekerja sebagai interior consultant ini.

‎Kini, ia pun tengah menyusun rencana untuk melancarkan kampanye mengingat saat ini telah memasuki tahapan kampanye para caleg.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help