Sriwijaya Travel Fair Jadi Primadona di Pekan Raya Indonesia 2018, Antrean Panjang Terus

Bak primadona yang selalu disambangi pengagumnya, lapak SJTF juga ramai diminati para pencari promo perjalanan jalur udara itu.

Sriwijaya Travel Fair Jadi Primadona di Pekan Raya Indonesia 2018, Antrean Panjang Terus
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Sriwijaya Travel Fair di acara PRI, di ICE BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (29/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Maskapai Sriwijaya Air mencuri panggung di gelaran Pekan Raya Indonesia (PRI) lewat lapak Sriwijaya Travel Fair (SJTF)-nya, yang selalu ramai didatangi pengunjung dari sejak pembukaan tanggal 27 September 2018 lalu.

Bak primadona yang selalu disambangi pengagumnya, lapak SJTF juga ramai diminati para pencari promo perjalanan jalur udara itu.

"Ramai terus, apa lagi pas hari pertama, kita belum berlakukan jumlah maksimal, ramai sampai malem," ujar Siska, petugas informasi SJTF kepada TribunJakarta.com, Sabtu (29/9/2018).

Pada hari ke dua dan seterusnya, SJTF pun memberlakukan batas maksimal antrean, 550 orang dari hari Senin - Kamis, dan 650 orang untuk Jumat - Minggu.

STJF menyediakan 18 loket tiket yang sibuk melayani ratusan pembeli tiket setiap harinya. Potongan besar dijanjikan, seperti Jakarta - Yogyakarta yang hanya Rp 199.000 dan Jakarta - Labuan Bajo seharga 448.000, serta masih banyak rute lainnya.

Sesuai persyaratan, promo tidak berlaku pada High Season yakni tanggal 16-20 November 2018 semua rute, 21 Desember 2018 -7 Januari 2019 semua rute, 25 Januari- 10 Februari 2019 untuk rute Pontianak, Pangkal Pinang dan Tanjung Pandan, 1-5 Februari 2019 semua rute, serta 17-24 Februari untuk rute Pontianak, Pangkal Pinang dan Tanjung Pandan.

Dibangun untuk Peringati G30S/PKI, Intip Kondisi Monumen Pancasila Sakti Kini

Cerita Kolonel Latief Kabari Soeharto Soal Gerakan PKI, Tapi Tak Digubris Lalu Jadi Tahanan Politik

Harga promo yang hanya berlaku untuk penerbangan domestik kali ini hanya untuk periode 27 September 2018 sampai 28 Februari 2019, dan belum termasuk PPN, WJR serta Airport Tax.

Persyaratan lain adalah pembayaran tidak bisa menggunakan cash, melainkan menggunakan debit card, kartu kredit dan melalui trasfer, tiket juga tidak bisa di refund, rebook, dan tidak bisa reroute.

Nindi adalah salah satu pengunjung, yang datang karena tertarik promo murah perjalanan udara itu. Ia hendak pergi ke Makasar untuk liburan.

"Ya mumpung ada promo, biarin deh ngantre," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved