Kisah Supardi, Jualan Gultik Bulungan Sejak 1991, Dulu Seporsi Rp 500

Sehari-hari Supardi berjualan di pinggiran trotoar Jalan Bulungan kawasan Blok M Jakarta Selatan.

Kisah Supardi, Jualan Gultik Bulungan Sejak 1991, Dulu Seporsi Rp 500
TribunJakarta.com/Anisa Kurniasih
Supardi, penjual gulai tikungan di Jalan Bulungan Kebayoran Baru Jakarta Selatan yang sedang mangkal untuk berjualan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Anisa Kurniasih

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Sehari-hari Supardi berjualan di pinggiran trotoar Jalan Bulungan kawasan Blok M Jakarta Selatan.

Setiap hari, tepatnya pukul 17.00 WIB ia sudah datang untuk mulai berjualan nasi gulai atau gulai tikungan (gultik) hingga dini hari sekira pukul 02.00 WIB.

Diketahui, kawasan Jalan Bulungan memang sudah terkenal dengan kuliner gulai yang sejak lama dan masih menjadi favorit hingga saat ini.

Bersama dengan puluhan penjual lainnya, ternyata Supardi sudah berjualan gultik di lokasi tersebut sejak tahun 1991.

Kepada TribunJakarta.com, Supardi mengatakan kenaikan harga jual pun ia alami berkali-kali dari mulai harga Rp 500 hingga kini menjadi Rp 10 ribu per porsinya.

Ia bahkan kerap menjadi saksi hidup pelanggannya yang bertahun - tahun menyantap gultik buatannya.

"Pelanggan saya ya ada yang dari dulu jaman SMA makan disini sampai dia kuliah kerja bahkan sekarang ada yang jadi pejabat daerah juga tetap makan kesini," ujar Supardi.

Supardi juga menceritakan suka dirasakan selama berjualan di kawasan tersebut.

Dimana dulu bisa berjualan sejak siang hingga dini hari.

Halaman
12
Penulis: Anisa Kurniasih
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved