Pemprov DKI Jakarta Kerahkan 192 Ekskavator untuk Keruk Sedimentasi Sungai Jelang Musim Hujan

Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sebanyak 192 alat berat untuk mengantisipasi banjir akhir tahun.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Y Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tumpukan sampah di Pintu Air Manggarai mulai berkurang setelah ekskavator milik Unit Pelaksana Kerja (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta difungsikan, Tebet, Jakarta Selatan, Seni(5/2/2018).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sebanyak 192 alat berat untuk mengantisipasi banjir akhir tahun.

Kadis Sumber Daya Air Teguh Hendrawan mengatakan alat berat tersebut telah disebar di beberapa titik guna berbagai tindakan untuk mengantisipasi datangnya banjir.

Mulai dari pengerukan di sungai-sungai, hingga perbaikan sarana prasarana yang berada di wilayah rawan banjir.

"Alat berat kami ada sekitar 192, sudah disebar untuk pengerukan dan perbaikan sarana prasarana di sana. Seperti di Kampung Melayu, yang kewenangan Balai, kami take over untuk pengerukan dari jembatan hingga Tongtek. Panjangnya 1,9 kilometer. Mudah-mudahan 2 hingga 3 hari bisa kita keruk dengan alat berat," ujar Teguh di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Teguh menjelaskan pengerukan sungai telah dilakukan di wilayah Kampung Melayu hingga Tongtek Jakarta Timur sepanjang 1,9 kilometer.

Sedangkan titik rawan banjir tercatat ada 180 yang berpotensi menimbulkan banjir dengan durasi singkat.

Pencatatan itu dijelaskan Teguh berdasarkan perhitungan mulai bulan Januari hingga Juni 2018.

"Tercatat 180 titik genangan yang kejadiannya ga terlalu lama, artinya dua hingga tiga jam surut. Ada beberapa lokasi, 80 kejadiannya berulang. Seperti Bundaran Slipi yang karena saat itu ada pembangunan fasilitas umum untuk pembangunan yudit disana. Di Jakarta Barat yang belum dinormalisasi di Kembangan," kata Teguh.

Menurut Teguh, salah satu kendala mengantisipasi banjir saat ini adalah keberadaan bangunan hingga pemukiman masyarakat.

Teguh mengaku pihaknya akan mengoptimalkan berbagai upaya hingga kejadian jebolnya tanggul di kawasan Kampung Air, Jatipadang Jakarta Selatan beberapa waktu lalu tak kembali terulang.

"Kami tetap optimalkan. Jangan sampai ada kejadian seperti Jatipadang terulang kembali. Kami sudah antisipasi sekarang," ungkap dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved