Rupiah Anjlok Jadi Rp 15 Ribu, Menteri Keuangan Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan kondisi perbankan masih kuat di bulan Oktober 2018 seiring dengan nilai rupiah yang anjlok jadi Rp 15 ribu.

Rupiah Anjlok Jadi Rp 15 Ribu, Menteri Keuangan Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat
tribunnews.com
Menteri keuangan, Sri Mulyani 

TRIBUNJAKARTA.COM - Rupiah masih tertekan terhadap dollar AS. Bahkan hari ini, Selasa (2/10) rupiah menyentuh level Rp 15.025. Terhadap hal tersebut, pemerintah menganggap fundamental ekonomi kita masih cukup baik.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pada dasarnya pemerintah bersama sama dengan Bank Indonesia terus melihat perkembangan rupiah.

Tapi di satu sisi, pihaknya melihat indikator indikator yang menopang perekonomian.

"Umpamanya, kalau dari sisi perbankan, apakah sektor perbankan kita cukup kuat dan terus akan bisa menyesuaikan dengan nilai Rp 15.000 ini. Kita lihat dari capital adequacy ratio nya mereka, dilihat dari non performing loan mereka, dilihat dari landing rate mereka bagaimana," jelas dia.

Menurutnya, keadaan perbankan di Oktober ini masih cukup baik. Sementara dari sektor riil, pertumbuhan ekonomi di kuartal III juga diperkirakan cukup tinggi.

Apalagi, inflasi mengalami penurunan, deflasi dan pertumbuhan dari sektor konsumsi, investasi masih cukup baik. kemudian ekspor dan belanja pemerintah yang tumbuh 8% juga bisa memberikan kontribusi positif.

Bandingkan Era SBY dan Jokowi Saat Gempa dan Tsunami, Fahri Hamzah Desak Jusuf Kalla Ambil Kendali

Kisah Paspampres Pengawal Kaesang Pangarep: Mengikuti Sembunyi-sembunyi, Ketahuan dan Dapat Teguran

"Dari sisi kestabilan secara umum tentu Bank Indonesia akan terus mengelola nilai tukar ini sehingga bisa mengawal perekonomian, menyesuaikan dengan tingkat ekuilibrium baru. Kita tentu semua berharap dan terus akan menjaga dengan menggunakan instrumen yang ada," kata Sri Mulyani.

Dari Kementerian Keuangan juga akan menggunakan instrumen APBN, fiskal dalam menjaga perekonomian.

Hal itu dilakukan demi menjaga pertumbuhan ekonomi, meningkatkan stabilitas dan juga melindungi kelompok masyarakat yang paling rawan.

Tapi Sri Mulyani mengaku masih perlu melakukan penyesuaian terhadap level normalisasi dari kebijakan moneter Amerika Serikat yang berdampak terhadap rupiah.

Hal tersebut dilakukan dalam upaya menjaga perekonomian secara baik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution masih mencermati pelemahan rupiah yang telah menembus Rp 15.025 per dollar Amerika Serikat (AS) kemarin siang.

"Saya pulang dulu, saya coba pelajari, nanti kita lihat," ujar Darmin.
Lebih lanjut, ia enggan berkomentar. "Ya sudahlah jangan dikomentari dulu, pokoknya kita cerna dulu semuanya, jangan buru buru minta komentar," katanya.

Meski begitu, Darmin mengaku pelemahan rupiah saat ini telah menyentuh psikologisnya.

"Tapi psikologisnya itu bukan realita, jadi ini memang kita belum tahu informasi seluruhannya kenapa bergerak ke situ," tutur Darmin.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved