Balaroa, Petobo, dan Jono Oge akan Dijadikan Tempat Penguburan Massal Korban Gempa Sulawesi Tengah

Tiga wilayah terdampak bencana di Sulawesi Tengah, yaitu Balaroa, Petobo, dan Jono Oge akan dijadikan tempat penguburan massal korban yang tertimbun

Balaroa, Petobo, dan Jono Oge akan Dijadikan Tempat Penguburan Massal Korban Gempa Sulawesi Tengah
BNPB
Proses evakuasi gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu, oleh Perumnas Balaroa yang dilakukan secara manual sambil menunggu alat berat datang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Tiga wilayah terdampak bencana di Sulawesi Tengah, yaitu Balaroa, Petobo, dan Jono Oge akan dijadikan tempat penguburan massal korban yang tertimbun di sana, karena sulitnya proses evakuasi.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur.

"Tokoh agama dan masyarakat menyampaikan agar tidak melanjutkan evakuasi. Lokasi di Balaroa, Petobo, dan Jono Oge diusulkan menjadi tempat penguburan massal," ujar Sutopo, Selasa (9/10/2018).

Sutopo menjelaskan, bahwa keputusan diambil berdasarkan rapat koordinasi yang diselenggarakan pada 10 Oktober 2018, yang dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, dan diikuti oleh SKPD/UKPD terkait.

Beberapa alasannya karena, proses evakuasi korban tertimbun yang sangat sulit dan jenazah yang sudah tertimbun selama kurang lebih 14 hari, kondisi jenazah sudah melepuh, sulit dikenali, dan berpotensi menimbulkan penyakit.

"Camat Palu Selatan dan Sigi Biromaru mengusulkan lokasi tersebut dijadikan lokasi penguburan massal. Dan masyarakat sudah trauma untuk tinggal di lokasi tersebut," ujar Sutopo.

Kenakan Kaus Biru, Irman Yakin Jasad yang Tertimbun di Reruntuhan Perumnas Balaroa Adalah Anaknya

Masjid Daarul Mataqin Jadi Saksi Bisu Dahsyatnya Gempa dan Likuifaksi di Balaroa

BNPB Sebut Sekitar 5.000 Korban Tertimbun Lumpur di Wilayah Petobo Akibat Gempa

Selain dijadikan tempat penguburan massal, wilayah Balaroa, Petobo, dan Jono Oge akan ditutup dan akan dijadikan sebagai ruang terbuka hijau.

Perlu diketahui, Balaroa, Petobo, dan Jono Oge adalah tiga wilayah yang terkena dampak turun-naiknya tanah dan fenomena likuifaksi. Karena dua hal tersebut, tim SAR gabungan kesulitan untuk mengevakuasi korban yang tertimbun.

Bagi masyarakat yang sebelumnya menempati tiga wilayah tersebut, mereka akan menempati hunian sementara, sebelum nantinya menempati hunian tetap.

Dalam pembangunan hunian tetap nanti akan melibatkan para ahli dari badan geologi, perguruan tinggi, atau lembaga terkait untuk melakukan kajian lahan untuk relokasi.

"(Hunian) Akan dibangun oleh Kementerian PUPR, dan kemudian lahannya akan dicarikan oleh Pemda. Dalam hal ini Bupati, Wali Kota," ujar Sutopo.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved