Asian Para Games 2018

Asian Para Games Sepi Penonton, Atlet Peparda Sebut Perjuangan Penyandang Disabilitas Masih Panjang

Mohammad Faisal (42) mengatakan perjuangan penyandang disabilitas untuk mendapat pengakuan kesetaraan masih panjang.

Asian Para Games Sepi Penonton, Atlet Peparda Sebut Perjuangan Penyandang Disabilitas Masih Panjang
TribunJakarta.com/Bima Putra
Atlet Peparda Jawa Barat, Mohammad Faisal (42) saat ditemui wartawan di Pancoran Mas, Depok Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Mohammad Faisal (42) mengatakan perjuangan penyandang disabilitas untuk mendapat pengakuan kesetaraan masih panjang.

Masih dipandang rendahnya kemampuan penyandang disabilitas saat mencari kerja dan sepinya penonton Asian Para Games 2018 merupakan dua faktor yang mendasari pernyataan Faisal.

Faisal merupakan atlet Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) cabor tenis meja dan lempar cakram wakil Kota Depok pada Peparda Jawa Barat, 

"Perjuangan sampai kemampuan penyandang disabilitas diakui masih panjang. Sekarang tiket Asian Para Games sudah dijual murah, cuman Rp 25 ribu, malah ada yang gratis. Tapi penonton tetap sepi," kata Faisal di Pancoran Mas, Depok, Rabu (10/10/2018).

Minimnya jumlah penonton dinilai Faisal sebagai akibat kurangnya promosi dari pemerintah dan bentuk diskriminasi dari masyarakat.

Pasalnya Asian Para Games merupakan sarana yang bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan seluruh hasil latihan para atlet dan sarana mengkampanyekan kesetaraan.

"Kalau pada nonton kan masyarakat tahu. Oh disabilitas bisa ini, bisa itu yak. Tapi karena mereka juga enggak mau tahu, ya mereka terus nanya memang kami bisa apa. Apa bisa kerja seperti orang lain," ujarnya.

Sosok yang menjabat Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia DPC Kota Depok ini menyebut Asian Para Games merupakan gelaran yang seharusnya dapat merubah pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

Faisal mencontohkan bila banyak pelajar sedari tingkat SD hingga SMA yang menyaksikan kemampuan para atlet, bukan tak mungkin pandangan mereka berubah.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved